581 Orang Berebut Jadi PPK di Pilkada Madina

MohgaNews|Madina – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah menutup masa pendaftaran seleksi penerimaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina tahun 2020.

Total pendaftar adalah 581 orang dari 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina.

Kordinator divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat, dan SDM KPU Madina, M. Husein yang dihubungi MohgaNews, Minggu (26/1) mengatakan, jumlah pendaftar untuk calon anggota PPK sebanyak 581 orang.

Dengan rincian per kecamatan yaitu;
Siabu 38 orang
Bukit Malintang 28 orang
Panyabungan Utara 37 orang
Panyabungan 75 orang
Panyabungan Timur 21 orang
Panyabungan Barat 24 orang
Panyabungan Selatan 33 orang
Nagajuang 15 orang
Hutabargot 29 orang
Kotanopan 32 orang
Muara Sipongi 19 orang
Ulupungkut 12 orang
Pakantan 12 orang
Tambangan 25 orang
Puncak Sorik Marapi 25 orang
Lembah Sorik Marapi 22 orang
Batang Natal 24 orang
Linggabayu 23 orang
Ranto Baek 14 orang
Natal 19 orang
Sinunukan 17 orang
Batahan 17 orang
Muara Batang Gadis 20 orang

Husein menjelaskan, tahapan pendaftaran telah ditutup pada hari Jumat (24/1) kemarin. Selanjutnya, panitia seleksi KPU Madina akan melakukan verifikasi atau penelitian berkas calon PPK.

“Panitia akan melakukan verifikasi administrasi pada tanggal 25-27 Januari. Lalu, berkas yang sudah diverifikasi akan diumumkan pada tanggal 28-29 Januari,

“Selanjutnya akan dilakukan ujian tertulis pada tanggal 30 Januari. Kemudian pemeriksaan hasil seleksi tertulis pada 31 Januari hingga 2 Februari. Dan, pengumuman hasilnya pada tanggal 3-5 Februari.

Selanjutnya, kata Husein. Calon PPK yang lulus seleksi tertulis akan mengikuti seleksi wawancara pada tanggal 8-10 Februari. Dan, hasil seleksi wawancara akan diumumkan pada 15-21 Februari.

“Selain tahapan seleksi tertulis dan wawancara, ada juga tahapan untuk tanggapan masyarakat, tanggapan pertama untuk hasil seleksi administrasi, dan tanggapan kedua adalah pengumuman hasil seleksi tertulis dan wawancara,” terangnya.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Madina Fadillah Syarif SH kepada MohgaNews menambahkan, seleksi ini akan dilakukan secara fair dan transparan. Hal ini kata Syarif, guna menyeleksi penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan yang berintegritas.

“Seleksi kita lakukan secara fair, karena kita ingin Pilkada yang berintegritas sesuai amanah undang-undang,” katanya. (MN-01)