Desember 7, 2022

MADINA, Mohga – Bupati Mandailing Natal (Madina), HM Ja’far Sukhairi Nasution secara resmi membuka Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madina, Kamis (24/11/2022) di aula Hotel Rindang Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan.

Hadir lima orang tim pansel (panitia seleksi) yang diketuai Ketua BKD Provinsi Sumut, Sekretaris BKD Sumut bersama tiga orang anggota yakni Prof Adi Mansar, dr Razmanan, dan 1 orang tokoh masyarakat yaitu Drs M.Yusuf MSi. Sementara untuk tes assessment psikologi seorang guru besar dari Universitas Medan Area (UMA).

Bupati dalam sambutannya berharap kepada ketiga peserta calon Sekda agar serius mengikuti tahapan ujian yang diberikan oleh panitia.

“Dalam seleksi ini pastinya ada 1 orang yang akan menduduki jabatan Sekda di Madina. Ketiga peserta merupakan putra terbaik yang ada di lingkungan Pemkab Madina. Tentunya ini menambah perjalanan kita sebagai abdi negara untuk meningkatkan kualitas karena sudah ikut tampil sebagai peserta seleksi calon Sekda,” kata Bupati.

Mantan Wakil Bupati Madina ini memandang jabatan sekda mempunyai tanggung jawab yang amat besar di lingkungan pemerintah diantaranya harus mampu merangkul, mengakomodir serta merumuskan segala hal persoalan yang bukan hanya di lingkungan sekretariat saja namun menyeluruh.

“Ini merupakan tugas yang berat. Peran Sekda sangat dibutuhkan dalam menggapai cita-cita Kabupaten Madina untuk meraih WTP. Saya harap bagi yang terpilih nanti agar mempunyai konsep yang jelas serta mampu menciptakan suasana kondusif,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madina, Abdul Hamid Nasution membenarkan bahwa peserta yang akan mengikuti seleksi hanya berjumlah tiga orang.

Sebelumnya, BKD Madina kata Hamid telah mengumumkan hasil seleksi administrasi, 4 dari 5 calon dinyatakan memenuhi syarat. Namun pada saat masuk tahapan ujian, satu peserta yang lulus administrasi absen yakni M. Daud Batubara.

Daud saat ini menjabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkab Madina. Ia juga pernah menjabat Sekda Madina masa kepemimpinan bupati Hidayat Batubara yang merupakan sepupu Daud sendiri.

“Hari ini sudah masuk tahapan test kompetensi. Peserta yang hadir hanya 3 orang, bagi siapa yang tidak hadir pada saat pembukaan resmi dinyatakan gugur,” terangnya.

Ditanya apa alasan ketidakhadiran tersebut, Hamid mengaku pihaknya tidak mengatahui alasan yang lebih jelas. Namun, beberapa hari yang lalu, Daud mengirimkan surat ke BKD bahwasanya mau berangkat Umrah.

“Ketidakhadiran salah satu peserta tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan ujian, jadi ujian ini tetap berlanjut,” ungkapnya.

Diketahui tiga orang peserta yang hadir dalam pembukaan tes kompetensi seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Madina yakni Alamulhaq Daulay (Penjabat Sekda Madina), Drs Parlin Lubis, AP MSI (Kadis Perdagangan Madina) dan Ahmad Faisal (Kadis DPMPTSP Madina).

Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan panitia seleksi tentang tahapan, tanggal 24-25 November masuk tahapan pemaparan makalah/wawancara dan rekam jejak. 26 November pengumuman hasil makalah/wawancara dan rekam jejak. 28 November, assessment atau psikotes oleh tim assessor.

Seterusnya tanggal 30 November masuk tahapan rapat penetapan hasil penilaian akhir Panitia Seleksi dan berlanjut penyampaian hasil penelitian kepada pejabat pembina kepegawaian Kabupaten Madina dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan terakhir pada 1 Desember, pengumuman hasil penilaian akhir Panitia Seleksi. (MN-08)