SAYA kira semua orang yang pernah bergelut di dalam organisasi kepemudaan di Sumatera Utara sudah pasti mengenal H. Ahmad Yasir Ridho Lubis ST MSP. Termasuk saya yang mengenal Bang Ridho (sapaan akrab tokoh ini) sejak tahun 2010 yang lalu. Saat itu saya beserta beberapa orang teman dari pengurus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia): Ahmad Said Pulungan, Ahmad Rijal, Alhasan Nasution, dan Mulyadi Nasution. Kami sebagian yang terpilih menjadi pengurus caretaker sekaligus panitia pelaksanaan Musda KNPI Madina untuk meneruskan kepengurusan KNPI Madina dari saudara Waskito Daulay. Lalu ketua caretaker yang didapuk saat itu adalah Anas Suheri Lubis ST, dan Bang Anas pula-lah yang mengenalkan sama kami kondisi KNPI Madina saat itu, mau tidak mau harus diadakan Musda agar program organisasi berjalan dengan baik. Bertepatan pula saat itu mulai memasuki masa transisi pemerintahan, karena Pak Amru Daulay memasuki akhir masa jabatan sebagai Bupati Madina.
Musda KNPI Madina yang dilaksanakan di aula hotel Paya Loting kala itu menghasilkan beberapa program, juga memilih sekaligus menetapkan saudara Mulyadi Nasution sebagai Ketua DPD KNPI Madina, dan dihadiri langsung Ketua KNPI Sumatera Utara, Bang Ridho dan beberapa pengurusnya. Kebetulan Mulyadi Nasution ini senior kami pula di organisasi mahasiswa, sehingga KNPI Madina ketika itu bisa dibilang cukup bergairah, baik dari semangat kepengurusan yang diisi dari tokoh-tokoh lintas organisasi maupun dari berbagai program yang dikerjakan bersama-sama. Pada Musda itulah mulai mengenal dekat Bang Ridho: tegas, lugas, visioner, dan argumentatif. Kami diajak diskusi dan senangnya lagi Bang Ridho ini suka menguji pemikiran orang dengan melemparkan berbagai isu atau permasalahan lalu meminta pendapat teman diskusinya: kita yang anak bawang pasti senang dimintai pendapat dan merasa dihargai oleh tokoh nomor satu di organisasi kepemudaan Provinsi Sumatera Utara.
Berselang tidak lama, Bang Ridho berkunjung lagi ke Madina. Kami pun diajak diskusi tentang Pilkada Madina tahun 2010 lalu. Diskusi yang mengasyikkan karena membuka cakrawala kita lebih luas lagi tentang pentingnya peran pemuda dalam setiap perhelatan demokrasi. Dia tidak bilang hal lain selain untuk diskusi saat itu, namun keesokan harinya bertempat di kafe Rindang (sekarang hotel rindang) Dalan Lidang, kami dapat kabar Bang Ridho berada di situ, lalu kami datangi, ternyata dia sedang bersama-sama dengan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ternyata di luar perkiraan kami, dia diundang PKB berbicara tentang Pilkada Madina, bahkan Bang Ridho sendiri salah satu calon paling diperhitungkan PKB untuk maju di Pilkada Madina tahun 2010, meskipun Bang Ridho tidak jadi maju ketika itu dan PKB memilih mengusung pasangan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution yang kemudian menjadi Bupati Madina periode 2011-2016.
“Saya diundang PKB untuk maju di Pilkada Madina,” katanya
Sejak itulah, kami tidak sungkan lagi untuk komunikasi tentang organisasi dengan Bang Ridho, walaupun kami paham jam terbang dan kesibukannya sebagai Ketua KNPI Sumut yang turun ke semua daerah kabupaten kota, tetapi setiap kami ke Medan dan dia tidak sedang di luar kota, kami sempatkan berdiskusi. Tentang banyak hal, tentang media massa yang ternyata dia juga pernah memimpin media massa sendiri (lupa nama korannya). Kami semakin kagum mendengar sejumlah keberhasilan KNPI Sumut baik secara internal maupun eksternal organisasi, semisal keberhasilannya mendirikan kantor KNPI Sumut yang amat megah dan bisa menampung ribuan orang, begitu pula dengan keberhasilannya memberikan banyak beasiswa kepada masyarakat berprestasi baik kalangan pelajar maupun tenaga pendidik, dan banyak lagi yang lain.
Kepiawaiannya memimpin organisasi tidak otomatis membuatnya disukai banyak orang. Banyak yang suka dan pasti ada pula pihak yang tak suka. Namun setegas-tegasnya sikap Yasir Ridho, pada saat menghadapi berbagai persoalan dia terlihat tenang dan sama sekali tidak menunjukkan emosional.
Hal itu terjadi pada pelaksanaan Musda KNPI Sumut tahun 2015 lalu, yang mana Kabupaten Madina terpilih sebagai tuan rumah. Saya ikut sebagai panitia saat itu.
Namanya Musda KNPI tentu ada persaingan tokoh yang akan maju untuk memimpin periode selanjutnya. Ada dua orang kandidat yang maju kala itu. Di situ pula kami saksikan sendiri arena musda yang bertempat di aula Polres Madina terjadi kekacauan, caos. Ada sekelompok orang yang membuat ketegangan dan kekacauan di luar arena musda.
Walaupun dalam situasi caos, Bang Ridho kami lihat tetap tenang, bahkan menghadapi caci maki dari peserta maupun yang bukan peserta, Bang Ridho kami perhatikan tetap santai, walapun sebenarnya dia bisa saja melawan dan memerintahkan ratusan orang pemuda Madina yang kami kumpulkan tak jauh dari arena musda dan siap mengamankan tempat kekacauan, tetapi ia melarang kami melakukan itu.
“Pemimpin itu harus bisa mengendalikan situasi sepanas apapun, sekacau apapun, kita tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang membuat situasi makin parah, karena pemimpin itu pengayom. Kalian semua panitia tenang saja,” pesannya saat itu. Dan akhirnya kekacauan mereda, Musda berjalan sampai selesai dengan baik.
Perjalanannya memimpin organisasi kepemudaan di Sumut hingga menjadi anggota DPRD Sumut selama dua periode bahkan pernah terpilih sebagai Ketua Partai Golkar Sumatera Utara, Bang Ridho bisa dibilang role model, panutan. Selama jadi anggota dewan pun ia banyak mengangkat derajat sosial masyarakat. Banyak pembangunan yang ia bawa ke daerah-daerah, dan banyak pula tokoh muda yang ia lahirkan. Banyak orang sukses yang ia bimbing. Ia salah satu politisi Partai Golkar Sumatera Utara yang disenangi kawan dan disegani lawan. Namun ia tetap pada prinsipnya “berpolitik seperlunya berkawan selamanya”
Tahun 2024 ini, Bang Ridho kembali lagi ke panggung politik, tapi bukan lagi di lembaga legislatif melainkan di eksekutif, di Pilkada Kota Medan. Ia maju sebagai Wakil Wali Kota Medan mendampingi ustaz Hidayatullah dan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sekilas dari ketokohan dan kemampuan yang dimiliki Bang Ridho, kami yakin pasangan Hidayatullah-Yasir Ridho pasangan paling tepat dan paling layak dipilih masyarakat Kota Medan. Karena memimpin kota besar sekelas Medan itu bukan perkara mudah atau hanya panggung coba-coba. Bukan pula hanya panggung untuk para akademisi. Di sana permasalahan sosial sangat komplit dan kompleks, rumit. Saya kira masyarakat Medan memahami itu. Sehingga diharap tidak salah memberikan pilihan.
Selamat berkompetisi Bang Ridho. Kami yakin anda mampu menuntaskan permainan ini, dan kami percaya banyak politisi dari partai politik lain termasuk partai politik tempatmu berkarya dan mengabdi selama ini yang akan membantu pemenanganmu. Tentunya kami dari Mandailing Natal mendoakan yang terbaik, semoga terpilih pada 27 November nanti.
Muhammad Ridwan Lubis
Pengurus KNPI Madina 2011 sd 2014 dan 2015-2018.











