oleh

Wisata Ditengah Covid-19, Begini Keterangan Dinas Pariwisata Madina

-Area-52 Dilihat

Mohganews|Madina- dalam skala Nasional, Pandemi covid-19 melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang sangat berefek terhadap turunnya jumlah wisatawan serta perputaran ekonomi pariwisata.

Meski tidak begitu signifikan, namun tak dipungkiri pengaruhnya masih terasa meski Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih tergolong dalam status kawasan zona hijau. Pasalnya, pengaruh dari pandemi covid-19, objek wisata tidak bisa menyedot para wisatawan dari luar daerah secara optimal.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Madina, Yasir Lubis saat diwawancarai Mohganews di ruang kerjanya, Selasa (14/7).

“Meski tidak dalam status Zona merah, tapi pengaruh pandemi covid-19 tetap ada. Seperti kita lihat untuk saat ini, daya serap objek wisata untuk menarik pelancong dari luar daerah Madina belum optimal. Kebanyakan masih wisatawan lokal,” sebut Yasir Lubis.

“Dan disamping itu, kita juga masih terus berupaya merancang peningkatan kualitas objek wisata dengan fasilitas, sarana-prasarana seperti musholla, wc umum, kamar ganti, tempat cuci tangan, dan sebagainya. Tentunya secara bertahap,” tambahnya.

Lanjut Yasir, untuk saat ini ada sekitar 10 dari total 50-an objek wisata utama di Madina yang tetap ramai dikunjungi, diantaranya pantai Batu Bedaun, Pulau Tamang, Sampuraga, Pemandian air panas, Panatapan dan sebagainya. Sedangkan untuk objek potensi wisata diperkirakan lebih dari 150 spot.

Ketika disinggung mengenai penerapan protokol kesehatan terkait pandemi covid-19, Yasir mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak dalam persoalan tersebut.

“Bersama Gugus tugas Covid, kita sudah melakukan koordinasi dengan beberapa instansi, pihak Kecamatan dan Desa, kita juga sudah sosialisasi dengan beberapa pemilik dan pengelola wisata maupun hotel, bahkan kita juga terjun langsung dan memberikan himbauan kepada masyatakat serta para pedagang di lokasi wisata,” terangnya.

Untuk itu, Yasir berharap akan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam status new normal ini.

“Selain pro-aktifnya pihak pengelola maupun pemilik, kita sangat berharap akan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan ini seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak serta menjaga kebersihan,” tukasnya. (MN-13)