Warga Banjar Silangit Kotasiantar Gelar Malam Teater

Panyabungan| warga Banjar Silangit Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan acara teater sekaligus malam keakraban pada Rabu (18/11/2020)

Puluhan masyarakat yang terdiri dari kaum ibu, anak-anak hingga kalangan muda-mudi tampak antusias menyaksikan acara yang diinisiasi oleh kalangan pemuda tersebut.

Pantauan Mohganews, acara digelar terbuka untuk umum dengan panggung sederhana serta menggelar tikar di badan jalan sebagai tempat duduk untuk penonton.

Mulai dari pertunjukan teater, sajian live musik tamtam hingga acara makan bersama menjadi agenda pada acara tersebut.

Kalangan pemuda yang menjadi inisiator acara itu kepada MohgaNews mengatakan bahwa acara ini digelar dalam rangka launching Film Mandailing Ost. ‘Partali Sada’ hasil kreasi masyarakat Banjar Silangit Kelurahan Kota Siantar sekaligus sebagai sarana keakraban mempererat silaturrahim dalam kalangan masyarakat.

“Acara kita adakan dalam rangka launching Film Mandailing ‘Partali Sada’ yang memang masih dalam finishing. Acara ini juga sebagai media keakraban dan mempererat silaturrahim di kalangan masyarakat melalui kegiatan kegiatan positif bernuansa seni. Itu ditunjukkan dengan pementasan teater cuplikan Film yang kita garap ini,” jelas Ardiansyah Nasution (27) selaku salah satu inisiator kegiatan.

Hal senada juga disampaikan kaum muda lainnya, Alwi Najamuddin (29) yang menambahkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bukti bahwa Banjar Silangit tak pantas mendapatkan label ‘Kampung Narkoba’ karena masih banyak hal yang bisa menjadi ikon kelurahan Kotasiantar terkhusus Banjar Silangit selain dari Narkoba.

“Acaranya untuk launching Film kita yang diperankan dan dikonsep oleh masyarakat Banjar Silangit, Kelurahan Kotasiantar. Ini juga sebagai bukti bahwa daerah ini tak pantas dilabeli ‘Kampung Narkoba’ karena ada hal lain yang positif yang lebih layak disorot disini,” ujar Alwi didampingi Haris Mulia yang turut berperan sebagai aktor dalam Film ini.

“Kalangan masyarakat juga sangat mendukung, mulai dari properti yang digunakan, lokasi syuting, seperti rumah warga, lahan, fasilitas- faailitas lainnya hingga untuk hal finansial diperoleh dengan sukarela dari masyarakat,” lanjut pria yang akrab disapa Ardi ini.

“Kita lihat masih banyak hal positif dan potensi yang layak digali dalam berbagai aspek masyarakat di Banjar Silangit ini. Dan tentu kita berharap dengan munculnya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat memperbaiki citra sekaligus dapat mengurangi intensitas peredaran narkoba. Dan lagi, semoga nantinya Banjar Silangit Kelurahan Kotasiantar dikenal dengan label Kampung Teater,” pungkas jebolan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini.

Masyarakat sekitar yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, acara dan proses penggarapan film mulai menunjukkan efek positif dalam lingkungan masyarakat.

“Ada efeknya, misalnya solidaritas dan rasa kebersamaan semakin membaik, apalagi semua masyarakat sangat mendukung. Semoga peredaran narkoba semakin berkurang dengan adanya kegiatan positif seperti ini,” tukas Nur Baiti selaku kaum ibu. (MN-07)