Wabup Atika Kembali Cek Pengerjaan Oplah di Siabu: Bukti Pemerintah Serius

MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, kembali meninjau langsung lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Tangga Bosi II, Kecamatan Siabu, Selasa (12/5/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan pengerjaan Optimalisasi Lahan (Oplah) berjalan sesuai target.

Didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pertanian, PUPR, dan BPBD, Atika menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pengawasan melekat terhadap progres di lapangan. Proyek ini dilaksanakan oleh Mitra Kodam I Bukit Barisan dengan target penyelesaian pada 28 Mei 2026.

Proses pengerjaan optimalisasi lahan terdampak bencana di Desa Sihepeng II, Kecamatan Siabu

“Kita datang bukan sekadar acara seremonial saja, tetapi untuk kembali memastikan bahwa pengerjaan rehabilitasi lahan dan normalisasi sungai berjalan dengan baik sesuai harapan. Ini bukti keseriusan pemerintah mulai dari pusat hingga daerah,” tegas Atika.

Berdasarkan pantauan di lokasi, perwakilan dari Korem 023/KS dan Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara turut hadir di lokasi. Terlihat dua alat berat jenis ekskavator dan buldoser sedang dikerahkan untuk mengeruk material sedimen bekas banjir yang menimbun sawah warga.

Kunjungan ke Siabu ini merupakan rangkaian dari aksi maraton Pemkab Madina dalam mengawal pemulihan sektor pertanian pascabencana. Sebelumnya, pada Senin (4/5/2026), ia juga meninjau pengerjaan Oplah seluas 17 hektare di Saba Lama, Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang.

Dalam kesempatan tersebut, Atika memberikan instruksi tegas kepada pelaksana lapangan agar pengerjaan rehabilitasi lahan dan normalisasi Sungai Aek Namora tidak meleset dari komitmen awal. Ia bahkan sempat menjanjikan kunjungan susulan pada 11 Mei untuk memastikan progres pengerjaan tetap berada di jalurnya.

Selain di Nagajuang dan Siabu, Atika sebelumnya telah memvalidasi progres di Desa Tangga Bosi II pada 6 Mei 2026. Meski survei awal mencatat luas lahan yang direhabilitasi adalah 25 hektare, Atika menekankan adanya pekerjaan tambahan yang krusial.

“Dibutuhkan pekerjaan tambahan berupa perbaikan irigasi serta pengangkatan sedimen yang menimbun sawah petani. Pasir hasil kerukan tersebut nantinya dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Madina menargetkan seluruh pekerjaan fisik rampung pada akhir Mei ini. Hal tersebut bertujuan agar para petani dapat segera memulai aktivitas pada musim tanam kedua. Sebagai bentuk dukungan tambahan, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan bibit padi bagi para petani terdampak. (FAN)

News Feed