MADINA – Tim Verifikasi dan Validasi Program Kampung Kreatif Sumut Berkah melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi kesesuaian antara proposal yang diajukan dengan kondisi nyata di lapangan.
Dipimpin oleh Riris Dermawaty Sijabat, S.STP., MM, tim penilai disambut langsung oleh Lurah Kota Siantar, Alamria Pramana, S.Pd.I, M.Pd. Turut hadir mendampingi kunjungan tersebut Anggota DPRD Madina Dodi Martua, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta sejumlah aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
Lurah Kota Siantar, Alamria Pramana, menjelaskan bahwa usulan program yang diajukan tidak berdiri sendiri, melainkan dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling mendukung.
“Kampung Kreatif yang kami usulkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi yang paling utama adalah manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Alamria saat mendampingi peninjauan lokasi.
Tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi bagian dari pengembangan empat zona unggulan Kampung Kreatif Kelurahan Kota Siantar.
Pada setiap titik lokasi yang dikunjungi, Lurah Kota Siantar, Alamria Pramana, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan secara langsung kepada Tim Verifikasi dan Validasi mengenai konsep, potensi, rencana pengembangan, serta kebermanfaatan masing-masing zona bagi masyarakat Kelurahan Kota Siantar.
Lurah menjelaskan bahwa keempat zona tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi dirancang sebagai satu kesatuan program yang saling mendukung untuk menciptakan kawasan yang kreatif, produktif, inovatif, berbudaya, ramah lingkungan dan memiliki ketahanan terhadap bencana.
Adapun empat zona yang diusulkan sebagai program unggulan Kelurahan Kota Siantar meliputi:
- Zona Budaya, Literasi dan Digitalisasi
Pada zona ini, Lurah Kota Siantar menjelaskan kepada tim mengenai rencana pengembangan kawasan sebagai pusat aktivitas budaya, literasi dan digitalisasi masyarakat. Potensi budaya Mandailing akan dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan kreatif, sementara fasilitas literasi seperti Pustaka Sutan Kumala dan inovasi OJO PUSING (Ojek Online Perpustakaan Keliling) diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan pengetahuan.
Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam zona ini untuk mendukung pelayanan, dokumentasi, promosi potensi kelurahan serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
Menurut Lurah, keberadaan zona ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk belajar, membaca, berkarya, mengenal budaya sendiri dan mengembangkan kreativitas.
- Zona Pengolahan Sampah dan Ekonomi Sirkular
Di zona pengolahan sampah, Lurah menjelaskan secara langsung berbagai rencana pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Konsep yang dikembangkan antara lain sampah organik menjadi eco enzyme dan pupuk organik cair, sampah sisa makanan menjadi maggot dan produk turunannya, sampah plastik menjadi paving block, tongkol jagung menjadi briket dan liquid smoke, serta pemanfaatan tulang ikan untuk inovasi Air Minum Terapi.
Lurah menjelaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.
Keberadaan zona ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi sampah, membuka lapangan kegiatan produktif, meningkatkan keterampilan masyarakat dan menciptakan peluang usaha baru.
- Zona UMKM, Produk Lokal dan Kewirausahaan
Pada zona UMKM, produk lokal dan kewirausahaan, Lurah Kota Siantar menjelaskan potensi ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan melalui penguatan UMKM, kuliner, kerajinan serta berbagai produk khas dan kreatif masyarakat.
Zona ini dirancang sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM mulai dari produksi, pengemasan, peningkatan kualitas produk, pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi.
Lurah menyampaikan bahwa pengembangan zona ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha dan produk lokal sehingga memiliki daya saing serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan usaha dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Kota Siantar.
- Zona Mitigasi Bencana Kebakaran
Pada zona mitigasi bencana kebakaran, Lurah menjelaskan kondisi dan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang cukup padat.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi pencegahan kebakaran, peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan sarana pendukung mitigasi, serta penguatan sistem penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Menurut Lurah, keberadaan zona ini diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tanggap dan siap menghadapi risiko bencana, sekaligus meminimalkan potensi kerugian harta benda maupun keselamatan masyarakat.
Lurah: Setiap Zona Harus Memberikan Manfaat Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Kota Siantar menegaskan bahwa konsep Kampung Kreatif yang diusulkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi yang paling utama adalah manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Setiap zona dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat. Zona budaya dan literasi memberikan ruang untuk belajar dan melestarikan budaya; zona pengolahan sampah memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi; zona UMKM menjadi ruang pengembangan usaha dan produk lokal; sedangkan zona mitigasi bencana memperkuat kesiapsiagaan dan keselamatan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Kampung Kreatif diharapkan menjadi sebuah ekosistem yang mampu menghubungkan budaya, pendidikan, lingkungan, ekonomi dan ketahanan masyarakat dalam satu kawasan yang saling mendukung.
Dalam kunjungan tersebut, tim melihat langsung potensi dan kondisi masing-masing lokasi yang diusulkan. Selain melakukan peninjauan lokasi, kegiatan juga menjadi kesempatan untuk berdialog dengan aparatur kelurahan dan pemuka masyarakat mengenai kebutuhan, potensi, serta harapan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah.
Pemerintah Kelurahan Kota Siantar bersama masyarakat menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah. Kehadiran tim diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung mengenai potensi yang dimiliki Kelurahan Kota Siantar serta kesiapan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program.
Masyarakat Kelurahan Kota Siantar memiliki harapan besar agar Program Kampung Kreatif Sumut Berkah dapat menyentuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan ruang kreativitas, mengembangkan potensi lokal, melestarikan budaya, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana, serta membuka peluang usaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Kota Siantar.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemuka masyarakat, pelaku UMKM, serta berbagai pihak terkait, Kelurahan Kota Siantar optimistis pengembangan Kampung Kreatif dapat menjadi ruang bersama untuk berkarya, berinovasi, melestarikan budaya, menjaga lingkungan dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Dari Kota Siantar untuk Sumatera Utara: Kreatif, Produktif, Inovatif dan Berkelanjutan menuju Madina Madani yang Berkah”. (FAN)








