MADINA – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dan Kapolres AKBP Arie Sofandi Paloh menjenguk pengungsi yang jatuh sakit di tenda darurat milik warga Desa Patiluban Hilir, Kecamatan Natal, Jumat malam (28/11/2025).
Dalam kesempatan itu, petugas dari Klinik Sidokes Polres Madina memberikan bantuan obat-obatan bagi enam orang anak yang jatuh sakit akibat banjir yang melanda wilayah itu sejak Selasa 25 November 2025.
Pantauan di tempat pengungsian tepatnya di atas jembatan Desa Patiluban Hilir, 10 keluarga masih bertahan tinggal di tenda akibat rumah mereka masih direndam banjir luapan Sungai Batang Natal.
Anak-anak usia mulai dari 4,5 hingga 9 tahun jatuh sakit demam, batuk, pilek, akibat cuaca dingin di tenda tersebut. Anak-anak itu jatuh sakit sudah berlangsung dua hari.
Kadis Kesehatan Madina dr. Faisal Situmorang turut terlibat langsung memeriksa suhu tubuh dan pengecekan penyakit melalui alat stetoskop. Setelah itu, petugas Sidokes mengeluarkan obat dari dalam tas yang sudah disediakan.
“Cepat sembuh ya. Ini sudah ada obatnya. Langsung di konsumsi setelah makan,” kata dr. Faisal.
Bupati dan Kapolres juga mengelus kepala anak-anak yang jatuh sakit. Keduanya berdoa semoga musibah yang melanda Patiluban Hilir dan sekitarnya segera berlalu.
“Semoga musibah ini segera berlalu. Bantuan makanan yang disiapkan pemerintah sudah berada di perjalanan untuk korban banjir di wilayah Pantai Barat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Rosnita, warga Patiluban Hilir yang menjadi salah satu pengungsi mengaku mereka sudah tiga hari tinggal di bawah tenda seadanya itu. Rosnita memiliki dua orang anak yang sedang jatuh sakit.
“Dingin (Cuacanya) di sini. Anak saya sudah sakit. Mudah-mudahan dengan adanya obat-obatan ini, demam yang diderita segera kembali normal,” ungkapnya.
Rosnita mengaku, mulanya ada sekitar 100 orang warga Desa Patiluban Hilir yang mengungsi di tenda tersebut, namun hari ini hanya sisa 10 orang dikerenakan air sudah mulai surut.
Sekadar informasi, Bupati Madina, Kapolres dan TNI saat ini perjalanan menuju wilayah terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Batang Natal, Natal, Batahan, dan Muara Batang Gadis.
Kunjungan pejabat tersebut ke wilayah terdampak banjir dan longsor sebagai bentuk perhatian penuh kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian para pemimpinnya. Rombongan menempuh jalan terjal untuk bertemu langsung dengan masyarakat. (FAN)






