MADINA, Mohga – Kapolres Madina, AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq Sik MH dan beberapa pejabat utama (PJU) Polres berada di tengah masyarakat Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu pasca dievakuasi ke Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Tak memandang siang maupun malam, AKBP Reza memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
Kapolres menjalin komunikasi dengan masyarakat yang dievakuasi di posko tersebut. Muspika Kecamatan Puncak Sorik Marapi turut serta mendampingi orang nomor satu di Mapolres Madina itu.
Kapolres dan PJU tiba di wilayah kerja PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) di Sibanggor Julu pukul 19.00 WIB untuk melakukan imbauan Khamtibmas dan membantu evakuasi warga yang menjadi korban dan non korban.
Polisi dibantu TNI dan Security dalam melakukan sosialisasi tersebut.
“Saya harap kita semua tetap menjaga keamanan dan ketertiban di Puncak Sorik Marapi ini. Tetap waspada, mari ke tempat posko evakuasi yang disiapkan,” imbau Reza, Selasa (27/9/2022) malam.
Reza juga memerintahkan personel Polres Madina melakukan patroli di area perusahaan.
“Tujuan patroli itu apabila masih ada warga yang membutuhkan pertolongan, kita siap melayani dengan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Selasa sore sekira pukul 18.00 WIB. Pihak perusahaan PT SMGP sedang melakukan uji alir sumur T-11.
Diduga kebocoran gas dalam uji alir sumur tersebut, puluhan warga Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga menghirup aroma gas menyengat sehingga terpaksa dilarikan ke RSUD Panyabungan dan Permata Madina.
Sesuai informasi dari pihak kedua rumah sakit, pasien yang sempat dirawat atas insiden ini berjumlah 89 orang. Namun, setelah mendapat perawatan dari tenaga medis, 19 pasien di Permata Madina sudah kembali pulang.
Sementara hasil diagnosa seluruh pasien masuk kategori suspek intoksikasi gas. Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan juga mengakui kondiai seluruh pasien saat ini sudah mulai membaik. (MN-08)












