MADINA – Sejumlah Camat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dimintai keterangan tentang permintaan Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK untuk menyiapkan lahan seluas 1 hektare per desa untuk ditanami jagung mendapat respons positif.
Contohnya, Camat Panyabungan Miswaruddin Pulungan mengaku akan segera menyampaikan usulan tersebut kepada para kepala desa agar dalam penggunaan Dana Desa sebesar 20 persen dalam program ketahanan pangan dimasukkan pertanian jagung.
“Permintaan bapak kapolres dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di bidang jagung akan saya sampaikan kepada seluruh kepala desa di Kecamatan Panyabungan. Lahan 1 hektare akan diupayakan tersedia setiap desa,” kata Miswaruddin.
Miswaruddin menerangkan pihaknya dalam menjalankan program tersebut akan terus berkolaborasi dengan pihak polsek.
“Jagung untuk Polri, nantinya TNI juga pasti ada program yang akan dibuat juga, misalnya padi,” jelas Camat Panyabungan.
Pengakuan yang sama juga diperoleh dari Camat Siabu Sudrajat Putra. Ia memastikan program ketahanan pangan yang diinisiasi Polri itu akan ditampung anggarannya pada Dana Desa 20 persen yang diperuntukkan untuk ketahanan pangan.
“Kita sejalan dengan perintah dari bapak bupati untuk menyiapkan 1 hektare lahan pertanian setiap desa. Secepatnya akan saya sampaikan usulan itu kepada para kepala desa dengan menggandeng TNI-Polri di kecamatan,” jelas Camat Siabu.
Camat Siabu mengaku akan mempelajari tentang mekanisme dalam penggunaan Dana Desa 20 persen untuk ketahanan pangan. Pihaknya optimistis hal itu akan terwujud di Kecamatan Siabu karena lahan pertanian di Kecamatan itu sangat luas.
“Apakah nanti lahannya di sewa atau bagaimana, nanti akan kita pelajari dulu. Intinya kita tetap tegak lurus dalam menjalankan program strategis ini,” tegas dia.
Camat Lembah Sorik Marapi Pariati Ningsih Daulay turut memberi tanggapan soal usulan itu. Pariati mengaku, sebelumnya Polsek Kotanopan juga telah melakukan rapat dengan para camat di wilayah hukumnya soal 1 hektare per desa.
“Kami pernah mengadakan rapat. Ada sejumlah camat, misalnya Tambangan, Puncak Sorik Marapi, dan Kotanopan. Soal lahan itu, sudah ada, tinggal membuat titik koordinatnya saja,” ucap dia.
Pariati Ningsih mengaku program ketahanan pangan di Lembah Sorik Marapi akan dilakukan secara maksimal.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Madina Saipullah Nasution meminta setiap kepala desa di Kabupaten Madina menyiapkan 1 hektare lahan pertanian untuk ditanami jagung.
Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan yang diinisiasi Kepolisian Republika Indonesia (Polri).
Bupati mengaku, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh meminta dukungan kepada Pemkab Madina dalam mewujudkan swasembada pangan dengan menyiapkan 1 hektare lahan setiap desa untuk ditanami jagung.
“Kemarin saya dimintai bantuan oleh pak kapolres untuk buat surat kepada pak camat dan kepala desa untuk menyiapkan 1 hektare per desa untuk tanam jagung,” kata Bupati Madina dalam pemaparan program Ketahan Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan BUMDes di aula Pemkab Madina, Senin (28/7/2025).
Dalam kesempatan itu, bupati menyebut surat resmi terkait hal itu akan menyusul kepada camat dan kades. “Jadi saya minta kepada camat sebagai pimpinan di wilayah mengawasi untuk mengkoordinir yang 1 hektare itu,” tegas bupati.
Bupati Madina menerangkan, program Ketahanan Pangan adalah program strategis yang harus dilakukan dengan serius. Setelah jagung, lahan-lahan yang disiapkan akan ditanami di setiap desa adalah padi, cabai, dan tanaman palawija lainnya.
Saipullah juga mengatakan, 20 persen dana desa yang diberikan pemerintah digunakan untuk Ketahanan Pangan. Bupati Madina menunggu perencanaan dari desa dalam menjalankan program tersebut. (FAN)












