MADINA – Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh beserta jajaran pejabat kepolisian dan TNI juga pemerintah kecamatan menyisir lokasi tambang emas ilegal di wilayah pegunungan Hutabargot, Senin (3/2/2025) siang
Kapolres tiba ke lokasi menunggangi sepeda motor diikuti rombongan. Pantauan Mohganews, setibanya di lokasi, AKBP Arie Paloh menemukan sejumlah lobang tambang berkedalaman ratusan meter. Namun pemilik lobang dan pekerja tambang tidak ditemukan di lokasi, diperkirakan pemilik lobang sudah mendapat informasi kedatangan Kapolres dan rombongan. Meski tidak ada kegiatan di sana, ada ratusan orang warga setempat terpantau sedang melangsir bebatuan dari lokasi tambang.
Di sisi lain, Kapolres Madina juga menemukan beberapa lobang tambang yang ditutupi benda seperti batu dan sebagainya, sebagai pertanda lobang tambang ditutup atau sedang tidak dijalankan. Selain itu kapolres juga memeriksa sejumlah peralatan tambang yang tinggal di lokasi hingga camp para pekerja. Di lokasi juga ditemuman lobang tambang yang mengalami longsor. Namun soal bau busuk yang dikabarkan baru-baru ini, rombongan belum memberikan keterangan.
Hingga pukul 17.00 Wib, rombongan sedang perjalanan menuju pulang dari pegunungan Hutabargot, lokasi tambang emas ilegal.
Dapat diketahui, PETI (penambangan emas tanpa izin) atau tambang ilegal di pegunungan Hutabargot ini sudah cukup lama berlangsung, lebih dari lima belas tahun. Beberapa tahun belakangan sempat berhenti dan ditinggalkan masyarakat, namun beberapa bulan terakhir belakangan kegiatan tambang emas Hutabargot kembali viral, seiring dengan maraknya kegiatan tambang emas ilegal di sungai Kotanopan menggunakan alat berat excavator. (FAN)






