MADINA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mandailing Natal (Madina) menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) gelombang pertama tahun 2025, berlangsung di gedung SKB Desa Sarak Matua, Panyabungan.
Pelatihan kaderisasi ini menangkat tema “Kader Progresif, Berkhidmat untuk Ummat dan Berkarya untuk Bangsa” digelar pada tanggal 29 hingga 31 Mei yang lalu. Diikuti peserta 50 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi . Pengkaderan ini bertujuan membentuk kader-kader muda PMII yang berintegritas, berpemikiran kritis, serta siap menjadi agen perubahan sosial. PKD dibuka secara resmi oleh Muhammad Ridwan Lubis, selaku Majelis Pembina Cabang (Mabincab). Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madina, Riswan Harahap mewakili Bupati Madina Saipullah Nasution, kemudian Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII, Ketua Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU), Ketua GP Ansor, Ketua Patayat NU, IPNU dan IPPNU, Muslimat, Komandan Satkorcab Banser, dan lainnya.
“Kaderisasi adalah jantung pergerakan dalam PMII. Di sinilah nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan ditanamkan. Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan keberanian untuk berkontribusi. Oleh karena itu, kami meminta calon kader agar mengikuti semua materi kaderisasi dengan seksama sehingga selesai proses ini anda sekalian benar-benar menjadi kader pergerakan yang bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara,” pesan Ridwan Lubis.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Kepala Dinas Sosial, Riswan Harahap turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kontribusi PMII dalam membina generasi muda yang berkualitas.
“PMII adalah mitra strategis dalam pembangunan sosial dan karakter pemuda. Melalui kaderisasi seperti ini, kami optimis akan lahir pemuda yang peka terhadap masalah masyarakat dan siap terjun memberi solusi,” katanya.
Ketua PC PMII Madina, Abdul Rahman Hasibuan mengatakan bahwa kaderisasi ini merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi progresif yang siap berkhidmat dan berkarya nyata.
“Kami ingin membentuk kader yang tidak hanya loyal secara ideologis, tetapi juga produktif, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki semangat juang untuk umat dan bangsa,” ungkapnya.
Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber, termasuk senior PMII, tokoh masyarakat, serta aparat penegak hukum dari Polres Madina. Materi meliputi sejarah PMII, ideologi dan nilai dasar pergerakan, keorganisasian, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan dan keislaman.
Dengan terselenggaranya Pengkaderan Gelombang pertama ini, PC PMII Madina optimis akan lahir kader-kader baru yang tidak hanya militan secara ideologis, tetapi juga siap menjadi pelopor perubahan dan pembela nilai-nilai keadilan di tengah masyarakat. (MRL)












