MADINA – Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Said Rum Padilla Harahap diminta harus benar-benar melakukan gebrakan baru dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Madina.
Desakan itu datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madina. Ketua PMII Madina Abdul Rahman Hasibuan meminta kepada Kasat Narkoba yang baru saja bertugas agar menangkap para bandar yang sudah familiar namanya di kalangan masyarakat.
“Kami meminta agar bandar narkoba itu ditangkap supaya ruang gerak peredaran narkoba di Madina semakin sempit,” kata Rahman.
Rahman menilai bahwasanya Bumi Gordang Sambilan ini sudah darurat narkoba. Dia meminta Tim Opsnal agar jangan hanya menangkap pelaku narkoba kelas pemakai saja.
“Jangan pemakai saja yang jadi korban penangkapan. Memang pemakai juga salah, melanggar hukum. Namun, kalau tidak ada bandar hingga pengedar, mana ada narkoba yang digunakan pemakai,” tegas dia.
Di sisi lain, Ketua PMII ini juga meminta agar Kasat Narkoba AKP Said Rum Padilla membenahi di bagian internal Satnarkoba Polres Madina. Rahman berharap para anggota di Satresnarkoba bersih dari keterlibatan peredaran gelap narkoba.
“Sebelum membersihkan di luar, tentunya harus dibersihkan dulu diri sendiri. Ini gunanya agar etos kerja semakin baik dan semakin profesional,” ujarnya.
Seterusnya, Ketua PMII Madina juga memberikan tambahan saran kepada Kasat Narkoba AKP Said Rum Padilla Harahap soal pemberantasan narkoba.
Saran itu, yakni, perkuat sinergi dengan masyarakat dan pemuda. Libatkan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti PMII dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba. Kami siap menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran generasi muda.
Selanjutnya, transparansi dan Penegakan Hukum yang tegas. PMII berharap penegakan hukum terhadap pelaku narkoba dilakukan secara adil dan transparan, tanpa pandang bulu, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Fokus pada pencegahan, bukan hanya penindakan. Upaya preventif seperti kampanye antinarkoba di sekolah, kampus, dan komunitas harus ditingkatkan. Menangkal penyebaran narkoba sejak dini jauh lebih efektif daripada sekadar melakukan penangkapan.
Dorong rehabilitasi bagi pengguna.Kami menyarankan pendekatan yang lebih manusiawi untuk pengguna narkoba dengan mendorong rehabilitasi daripada hanya pemidanaan, terutama bagi pengguna pemula dan anak muda.
Bentuk Tim Pemantau Independen untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Alangkah baiknya jika ada tim pemantau atau forum komunikasi lintas elemen masyarakat untuk mendiskusikan permasalahan narkoba secara rutin.
Terakhir, Abdul Rahman mengucapkan selamat bertugas kepada AKP Said Rum Padilla Harahap di Polres Madina. Dia yakin, pemberantasan narkoba semakin baik di bawah komando mantan Kasat Narkoba Polres Padang Lawas tersebut. (FAN)














