MADINA, Mohga – Pemerintah Desa Siobon Julu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina tahun ini kembali melanjutkan pembangunan jalan rabat beton menuju Banjar Siurabot yang merupakan dusun terakhir di Desa Siobon Julu.
Pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 125 meter dan lebar 1,5 meter itu menelan biaya sebesar Rp. 87 Juta lebih yang dananya bersumber dari Dana Desa tahun 2023.
Pengerjaan jalan tersebut merupakan sambungan dari jalan sebelumnya yang telah dibangun dengan sumber dana yang sama.
Sejatinya, terdapat sekitar 50 (lima puluh) keluarga yang tinggal di Banjar Siurabot yang berjarak kurang lebih 1 KM dari Siobon Julu, ditambah beberapa keluarga bertempat tinggal di pinggiran jalan.
Peningkatan jalan tersebut dianggap perlu untuk mempermudah akses bagi warga di Siurabot yang lalu lalang untuk berbagai keperluan, seperti sekolah, belanja, menjual hasil kebun, dan lain lain.
Hal itu disampaikan Pj Kepala Desa Siobon Julu Abdul Aziz Nasution kepada wartawan, Rabu (05/07/2023).
“Alhamdulillah saat ini kita sudah buat jalan rabat beton menuju dusun Siurabot agar aktivitas warga kita yang berada di sana semakin mudah apabila hendak menuju pedesaan, juga apabila warga yang hendak mengangkut hasil pertaniannya dipermudah dengan adanya pembangunan jalan rabat tersebut,” ungkap Aziz.
Selain itu, Dana Desa Siobon Julu juga sebanyak 76 juta lebih digunakan untuk pembangunan Dek Penahan Longsor dan Sumur Tempat Pencucian.
Lebih jauh, Abdul Aziz mengatakan akan terus meningkatkan infrastruktur serta kualitas SDM warga agar tidak tertinggal dari desa lain.
“Selain jalan dan jembatan, kita juga sedang berupaya memasukkan aliran listrik bagi 50 kepala keluarga yang tinggal di dusun Siurabot yang diketahui belum memiliki listrik sejak puluhan tahun lalu,”
“Tiang dan kabel listriknya sudah ada, kita tinggal menunggu Travo dari pihak PLN agar pemasangannya segera dilaksanakan, supaya warga yang belum memiliki listrik di dusun Siurabot bisa segera menikmati listrik,” tambahnya.
Dengan dibangunnya jalan menuju Desa Siurabot, banyak warga yang merasa terbantu akan infrastruktur tersebut. Dabna (58) salah satunya yang tinggal di sisi jalan menuju Banjar Siurabot.
Wanita yang kesehariannya bekerja menderes di kebun karet ini mengaku terbantu karena akses jalan jika ingin menjual getah karet sekarang lebih mudah.
“Walaupun saya mengangkat getah karet dengan dipikul dan berjalan kaki, tapi jalan ini mempermudah perjalanan saya. Tidak licin lagi karena sudah beton,” tutur Dabna yang diwawancarai ketika menemani cucunya bermain sepeda di ruas jalan tersebut.
“Puluhan tahun kami yang tinggal disini belum memiliki akses jalan yang layak begotu juga dengan listrik, semoga setelah pembangunan jalan rabat beton ini mudah mudahan listriknya segera menyusul, dan bisa mempermudah kami untuk urusan segala aktivitas sehari hari,” sambung Rosita, tetangga Dabna. (MN-07)






