MohgaNews|Madina – tahapan Pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2020 telah dimulai, ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dengan Pemerintah Kabupaten Madina.
Dana penyelenggaraan Pilkada Madina yang disepakati adalah sebesar Rp 40,3 miliar.
Di sisi lain, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Madina pun mulai bermunculan. Sejauh ini, ada yang sebatas menyampaikan sikapnya maju, dan ada juga yang menunjukkan keseriusannya dengan mendaftarkan diri ke partai politik pemilik kursi di DPRD Madina.
Beberapa nama bakal calon yang saat ini digadang-gadang akan maju, yaitu Drs Dahlan Hasan Nasution sebagai bakal calon petahana, kemudian Musthafa Bakhri Nasution yang akan berpasangan dengan M Ja’far Sukhairi Nasution, Muhammad Sofwat Nasution, Muhammad Amin Nasution, Ahmad Husein Nasution, Idris Lubis yang berpasangan dengan Imran Khaitami Daulay, Aswin Parinduri, Syuhairi Nasution.
Dari sejumlah nama tersebut, bila dilihat dari latar belakang profesi, keahlian dan kemampuan, mereka punya latar belakang yang berbeda.
Misalnya, Drs Dahlan Hasan Nasution yang puluhan tahun berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil yang belakangan ini berubah nama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dahlan Hasan lama bertugas di kantor pemerintah provinsi Sumatera Utara. Dan, diujung masa ASN nya, ia maju mendampingi Hidayat Batubara di Pilkada Madina 2010.
Pasangan Hidayat-Dahlan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Madina. Selanjutnya, pada Pilkada Madina tahun 2015, Dahlan Hasan terpilih sebagai Bupati Madina dan M Ja’far Sukhairi sebagai wakil bupati hingga sekarang. Bisa diartikan, Dahlan Hasan memiliki kemampuan dan pengalaman di birokrasi pemerintahan.
Kemudian, H Musthafa Bakhri Nasution. Nama tokoh ini tidak asing di semua lapisan masyarakat khususnya pemuka agama. Musthafa Bakhri lahir dan dibesarkan di kalangan psantren. Dan, ia merupakan cucu dari pendiri psantren Musthafawiyah Syeh Musthafa Husein Nasution. Saat ini ia masih memimpin psantren yang telah berusia 107 tahun itu sebagai Mudir, dan selain itu ia juga dikenak sebagai sosok pengusaha.
Tentunya, dengan latar belakang psantren dan pengusaha, anak dari H Abdullah Musthafa (HAM) ini dianggap mampu memajukan Madina dari segi keagamaan sebagaimana ikon daerah gudangnya psantren.
Selanjutnya adalah HM Ja’far Sukhairi Nasution, yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati Madina. Sebelum menjabat wakil bupati, Ja’far Sukhairi Nasution merupakan politisi dan petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madina. Lewat partai tersebut, ia pernah menduduki DPRD Madina selama dua periode, pertama sebagai anggota, dan periode kedua sebagai wakil ketua DPRD Madina. Namun, di masa jabatannya sebagai pimpinan DPRD Madina, ia meninggalkan posisi sebagai wakil rakyat dan berpasangan dengan Dahlan Hasan di Pilkada Madina.
Selain politisi, Ja’far Sukhairi juga punya sejumlah usaha, termasuk usaha air minum dan perhotelan.
Berikutnya, M Sofwat Nasution. Bakal calon yang satu ini agak beda dengan bakal calon lainnya, Sofwat Nasution baru saja mengakhiri dinas militernya di TNI tahun 2018 yang lalu. Sofwat puluhan tahun berdinas di Korps Baret Merah yaitu Komando Pasukan Khusus, dan terakhir ia berpangkat Jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal). Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim dan Komandan Korem. Terakhir ia menduduki jabatan Deputi di Lembaga Sandi Negara yang sekarang berganti nama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.
Berbekal pengalaman di militer, Sofwat Nasution dinilai publik akan memiliki ketegasan dalam memimpin pemerintahan bila nanti terpilih, dan ketegasan amat penting guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Ketegasan tentu saja tidak cukup, tetapi perlu mempunyai program strategis guna memajukan daerah lima tahun ke depan.
Bakal calon yang lain yaitu Muhammad Amin Nasution. Pria kelahiran Panyabungan ini adalah seorang praktisi hukum. Ia lama bertugas di Mahkamah Agung, kemudian ia mendirikan Lembaha Bantuan Hukum (LBH) yang diberi nama LBH Al-Amin yang punya kantor di jalan lintas timur Panyabungan. Amin berlatar belakang keahlian di bidang hukum juga ingin mengabdikan diri di kampung tanah kelahiran.
Bakal calon berikutnya yaitu Muhammad Idris Lubis. Pria ini berlatar belakang adalah seorang birokrat di Pemerintahan. Ia saat ini menduduki jabatan di Kementerian PUPR Republik Indonesia. Sebagai seorang birokrat di bagian teknik, ia pun punya tekad pulang kampung menyumbangkan kemampuannya untuk membangun daerah.
Di Pilkada Madina 2020, Idris Lubis dikabarkan akan berpasangan dengan politisi senior di Kabupaten Madina yaitu Imran Khaitami Daulay. Imran merupakan Ketua DPRD Madina periode 2009-2014. Dan, di Pemilu tahun 2019 yang lalu ia maju untuk Caleg DPRD Sumut, tetapi ia kalah suara dari Yasir Ridho Lubis dan Samsul Qamar.
Selanjutnya adalah Ahmad Husein Nasution. Pria yang akrap disapa ‘Sein SBN’ ini berlatar belakang pengusaha di bidang konstruksi. Ia cukup lama berkiprah di perpolitikan Kabupaten Madina dan pernah duduk menjadi anggota DPRD Madina dari Partai Persatuan Pembangunan. Dan, sebelumnya ia juga pernah jadi politisi di Partai Golkar Kabupaten Madina. Senin SBN juga adalah ketua DPD KNPI Madina yang pertama.
Dari penguasaan berbagai permasalahan daerah, Sein SBN juga dianggap layak maju di Pilkada Madina.
Kemudian, bakal calon lain yaitu H Aswin Parinduri. Aswin punya latar belakang yang sama dan mirip sekali dengan Ahmad Husein. Aswin adalah pengusaha sukses di bidang konstruksi. Saat ini Aswin memimpin Partai Golkar Kabupaten Madina. Ia juga ikut di Pilkada Madina tahun 2010 yang lalu, tapi tidak mampu mengungguli pasangan Hidayat-Dahlan sebagai pasangan terpilih kala itu.
Di sisi lain, saat ini sejumlah partai politik pemilik kursi di DPRD Madina sudah melakukan penjaringan bakal calon, seperti PDIP, PKS, Partai Nasdem, dan Partai Perindo. Menurut catatan wartawan, yang menunjukkan keseriusan dan sudah mendaftarkan diri ada beberapa nama, yaitu Dahlan Hasan Nasution, Aswin Parinduri, dan Ahmad Husein.
Pemerhari politik di Madina, Subriadi Nasution menyebut, sehebat apapun latar belakang bakal calon yang akan maju, tentu mereka saat ini mengutamakan mencaru perahu sebagai pengusungnya maju di Pilkada nanti. Dan, Ia juga menilai, sehebat apapun bakal calon itu, yang menentukan adalah masyarakat.
“bila tidak dikenal masyarakat maka akan sulit memenangkan pertarungan Pilkada ini. Sekarang tinggal bagaimana bakal calon itu mendapatkan partai pengusung, itu dulu. Kemudian berusaha mendapatkan tempat di hati masyarakat pemilih sebagai pemegang kekuasaan demokrasi di negeri ini,” ungkapnya. (MN-01)












