Mandailing Natal Bersiap Hadapi Virus Corona

MohgaNews|Madina – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan rapat kordinasi dalam rangka menghadapi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 atau virus corona. Rapat koordinasi berlangsung di aula utama sekretariat daerah komplek perkantoran Paya Loting Pemkab Madina, Selasa (17/3)

Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Daerah, Gozali Pulungan dan dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah, dan dinas yang lainnya.

Sekretaris Daerah Gozali Pulungan kepada wartawan menerangkan, rapat kordinasi tersebut guna merumuskan langkah-langkah penanganan dan antisipasi pemaparan atau penyebaran virus Corona yang saat ini jadi perhatian nasional.

“Kita sudah melakukan rapat kordinasi tadi, langkah pertama yang kita lakukan adalah membentuk satuan tugas percepatan penaganan virus corona, tadi beberapa leading sektor seperti dinas kesehatan, pendidikan, Kepegawaian dan kebencanaan sudah menyampaikan paparan,

“Untuk bidang kesehatan, kita akan melakukan penyekatan terhadap kemungkinan masuknya pemapar virus Corona di perbatasan-perbatasan wilayah Kabupaten Madina. Seperti dari Provinsi Sumatera Barat dari semua pintu akses masuk, begitu juga perbatasan dengan Tapanuli Selatan.

“Kita tes, kita upayakan agar mereka tidak melintas. Kalaupun terpaksa, kita berikan sanitasi baru mereka bisa masuk ke Kabupaten Madina,” terang Gozali.w

Di bidang pendidikan, sambungnya. Ia sudah memerintahkan kepala dinas pendidikan agar menerapkan sistim belajar di rumah bagi para siswa, mulai TK, SD, SMP, hingga SMA. Kebijakan itu diberlakukan mulai tanggal 19 Maret hingga tanggal 1 April.

“Sistem belajar di rumah, bulan diliburkan. Dan, bagi SMP dan SMA yang akan mengikuti ujian, tetap dilaksanakan, karena sampai sekarang belum ada wacana penundaan,” sebutnya

Dan, di bidang kepegawaian, Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honorer di lingkungan Pemkab Madina tidak lagi menerapkan absen finger print dan diganti dengan absen manual.

“Mulai besok (Rabu) absen finger print ditiadakan, kita ganti dengan absen manual, karena penyebaran virus ini bukan dari udara melainkan kontak fisik. Kemudian, apel gabungan setiap hari Senin juga ditiadakan, begitu juga apel sore di OPD masing-masing ditiadakan,

“Bagi pegawai yang akan melakukan perjalanan dinas harus yang betul-betul terpaksa dan strategis. Dan kalau harus berangkat perjalanan dinas yang tujuannya ke daerah yang ditetapkan sebagai daerah rawan dan darurat virus Corona, nanti kita akan melakukan isolasi selama 14 hari di RSU Panyabungan,” ungkapnya. (MN-01)