JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara korps raport atau kenaikan pangkat 45 perwira tinggi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/12/2023) kemarin
Asisten Kapolri Bidang SDM Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan upacara korps raport dilaksanakan pukul 14.00 WIB.
“Acara korps raport dipimpin oleh Kapolri dan dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri jam 14.00 WIB di Rupattama Mabes Polri,” kata Dedi.
Jenderal polisi bintang dua itu menyebut 45 perwira tinggi Polri yang naik pangkat terdiri atas dua jenderal bintang tiga (komisaris jenderal), 15 bintang dua (inspektur jenderal), dan 28 berpangkat bintang satu (brigadir jenderal).
Salah satu dari 45 perwira tinggi Polri yang naik pangkat itu adalah Hirbak Wahyu Setiawan. Hirbak resmi menyandang jenderal bintang satu yakni brigadir jenderal, dengan jabatan Karo Analis Baintelkam Polri. Sebelumnya Hirbak menjabat sebagai Direktur Intelkam Polda Metro.
Pada akhir 2009 yang lalu, Hirbak Wahyu Setiawan pernah menjabat sebagai Kapolres Mandailing Natal (Madina), Sumut. Setahun lebih kemudian ia menjabat Kapolres Labuhan Batu. Lalu ia mendapat jabatan sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat tahun 2013.
Setelah itu Hirbak Wahyu Setiawan mendapat tugas baru sebagai Atase Pol di KBRI Singapura. Lalu kembali ditarik ke Baintelkam Polri sebagai Analis Kebijakan Madya bidang sosial budaya. Dan pada tahun 2020-2023 Hirbak menduduki jabatan sebagai Dirintelkam Polda Metro, dan pada awal Desember 2023 Hirbak Wahyu Setiawan dipercaya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Karo Analis Baintelkam Polri.
“Pak Bupati, Hirbak ini singkatan dari Mahir Menembak,” celetuk Hirbak disambut tawa meriah, sewaktu memberi kata sambutan pada temu pisah Kapolres Madina dari AKBP Engkos Kosasih kepada AKBP Hirbak Wahyu Setiawan. Saat itu hadir Bupati Madina H. Amru Daulay beserta seluruh jajaran pejabat juga unsur forkopimda.
Selama menjabat Kapolres Madina, Hirbak Wahyu sukses memberi rasa kondusif bagi masyarakat, menuntaskan beragam kasus, dan berhasil menyelesaikan konflik tapal batas tanah ulayat antara masyarakat Kecamatan Lingga Bayu dan Kecamatan Natal. (Red/int)











