Mahasiswa Minta Pemerintah Tindak Tegas PT HKI

MADINA – mahasiswa Mandailing Natal (Madina) turut mengomentari dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT HKI (Hamparan Kemilau Indah) yang beroperasi di Desa Balimbing Kecamatan Natal Kabupaten Madina.

Dikabarkan, pabrik kelapa sawit PT HKI baru-baru ini viral melalui keluhan warga karena kejadian melimpahnya minyak dari kolam penampungan PMKS hingga meluap ke lahan warga masyarakat sekitar lalu mengalir ke anak sungai di perairan sungai Batang Natal.

“Keluhan masyarakat di sekitar pabrik itu harus segera ditindaklanjuti Pemkab Madina melalui dinas lingkungan hidup. Jangan biarkan masyarakat resah, pencemaran lingkungan itu kami kira hal yang serius. Kesalahan harus diganjar dengan tindakan,” kata Ahmad Rizal Nasution, aktivis mahasiswa di Madina kepada wartawan, Minggu (31/3/2024)

Informasi yang beredar di masyarakat, kata Rizal, legalitas perizinan seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) diduga belum dimiliki oleh PT HKI

“Ada indikasi PT HKI belum selesai soal urusan Amdal. Ini perlu diperjelas pemerintah daerah, kalau memang belum selesai urusan perizinan, kenapa dibiarkan beroperasi, apalagi saat ini sudah terjadi pencemaran,

“Karena itu kami meminta Bupati Madina mengatensi masalah ini, bila perlu hentikan operasinya dulu sebelum semuanya selesai,” tegas Rizal, yang juga ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Madina ini.

Dapat diketahui, baru-baru ini masyarakat menyampaikan keluhannya karena PMKS PT HKI melakukan pencemaran lingkungan. Di mana minyak dari kolam penampungan meluap ke lahan masyarakat sekitar hingga mengalir ke sungai. (SAN)