Kreativitas Petani Kotanopan, Tanam Padi di Atas Kolam

Daerah704 Dilihat

KOTANOPAN, – selama ini kolam di daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) pada umumnya dipergunakan oleh masyakat baik secara perorangan maupun kelompok untuk tempat memelihara berbagai jenis ikan.

Lain halnya yang terdapat di Desa Manambin Kecamatan Kotanopan, di sana ada kita dapati salah seorang petani yang melakukan sebuah kreatifitas sekalis terobosan baru dengan memanfaatkan kolam bukan hanya untuk memelihara ikan, tetapi juga untuk tempat menanam padi.

Petani yang melakukan terobosan baru (inovasi ) tersebut bernama Jaesde Daulay dengan gelar Tangkang. Selama ini, Jaesde memang dikenal giat bahkan bergulat dalam bidang pertanian.

Dia dikenal suka melakukan terobosan-terobosan baru di bidang pertanian, termasuk mengolah dan menciptakan pupuk kompos secara mendiri dan hasilnya dijual. Pihak PPL dari Dinas Pertanian pun sering datang ke tempatnya untuk saling berbagi ilmu.

Walapun padi yang ditanamnya kali ini tidak banyak, rupanya aksinya menanam padi di atas kolam ini sudah kali ketiga dilakukannya.

Aksi pertama ditanam di kolam dekat rumahnya dan alhamdulillah hasil dari inovasinya itu cukup bagus. Aksi kedua dilakukan di kolam yang ada di sawah di kawasan Aek Porlak. Walaupun hanya sekitar 50 rumpun, tetapi tanamannya juga cukup bagus. Aksi ketiga saat ini, ditanam di atas kolam di depan Masjid Raya Desa Manambin.

Jaesde menjelaskan, program bina padi yang dilakukan di atas kolam yang ada saat ini sudah berumur tiga bulan dan diperkirakan sebulan lagi akan panen.

Jumlahnya sekitar 250 rumpun dan tanamannya cukup bagus dan subur. Di bawah tanaman padi, kolam tetap dapat difungsikan untuk memelihara ikan.

“Tanam padi di atas kolam ini sengaja saya lakukan untuk percontohan kepada warga bahwa menanam padi itu tidak harus di areal persawahan, tapi di atas kolam juga bisa. Yang terpenting, ada kemauan dari masyarakat “, ucapnya pada Jum, at (24/12/2021) lalu.

Ia mengatakan agar padi bisa ditanam di atas kolam, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari bambu, plastik polibek, dan tanah.

Sementara untuk keperluan bahan bambu dibuat tiga sampai empat helai dalam satu baris dengan kondisi memanjang untuk tempat peletakan polibek di tengah kolam. Sedangkan bagian bawah ditopang dengan tiang-tiang yang terbuat dari bambu juga.

Setelah tanah diisi polibek, dianya memasukkan pupuk kompos buatannya sendiri yang diberi nama pupuk PRB atau pupuk perubahan. Menjelang bibit padi usia 15 hari, baru ditanamkan ke polibek. Cara penanaman bibit padi yang dilakukan juga cukup unik.

Dalam satu polibek hanya satu batang bibit padi yang ditanam. Saat ini, umur padinya sudah 3 bulan dengan jumlah anak bibit padi yang muncul 20 sampai 30 batang per rumpun.

Sedangkan ukuran tanam bibit padi dengan jarak 25 x 25 CM dan untuk ukuran air tetap harus dijaga agar bibit padi tidak terendam.

Dengan penanaman padi di atas kolam ini, diharapkan bisa memamfaatkan lahan kolam secara maksimal dan penghasilan masyarakat bisa meningkat walaupun di darat dan di laut.

Lebih jauh Jaesde mengungkapkan kalau menanam padi di atas kolam memang terkadang ada kata-kata negatif atau kata-kata seperti tidak mendukung dari masyarakat. Sebab, hal ini tidak lazim dilakukan. Namun, itu semua dijadikannya sebagai motivasi agar lebih baik dalam mengelola lahan pertanian.

” Saya berharap pemerintah atau PPL sering turun ke masyarakat untuk mengajari petani bagaimana bercocok tanam yang baik dan benar. Inovasi-inovasi baru dalam bertani perlu dilakukan agar hasil para petani meningkat.

Sementara Lokot Parsungkunan Lubis sebagai salah seorang pengamat dunia pertanian di Madina mengatakan apa yang sudah diperbuat Jaesde Daulay merupakan sebuah kreatifitas sekis terobosan baru dilakukan seorang petani di Kotanopan bahkan Madina.

” Beliau dinilai mampu membumikan inovasi teknologi pertanian. Ia telah berhasil memanfaatkan ruang kosong untuk menanam padi di atas kolam ikan yang sebelumnya sudah tersedia, ” sebutnya.

Menurutnya, bertani dengan bijak termasuk motivasi petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi akan tetap mewariskan tanah subur pada generasi berikutnya.

” Aku bangga terlahir dari seorang petani. Pertanian adalah sumber fundamental dari kemakmuran nasional. Siapa yang menabur benih, dia yang akan memanen, ” tambahnya. (MN-10)