PADANG – Operasi Patuh Singgalang 2025 yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar resmi berakhir pada 27 Juli 2025 kemarin, setelah berlangsung selama dua pekan sejak 14 Juli 2025.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, secara umum pelaksanaan operasi patuh tahun ini berjalan dengan baik dan mampu menekan angka kecelakaan.
Data Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan adanya penurunan jumlah kejadian kecelakaan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 83 kasus kecelakaan, sementara pada 2025 turun menjadi 62 kasus, atau mengalami penurunan 21 kasus (34%).
Selain itu, korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga turun dari 10 orang pada 2024 menjadi 8 orang pada 2025, atau menurun sebanyak 2 orang (25%). Korban luka berat pun tercatat turun cukup signifikan, dari 16 korban menjadi 11 korban, atau turun sebanyak 5 korban (45%).
Meski demikian, Kombes Pol Reza menyoroti masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas, khususnya oleh pengendara roda dua. Pelanggaran yang paling banyak ditemukan meliputi penggunaan helm yang tidak sesuai standar, penggunaan telepon genggam saat berkendara, serta pengendara di bawah umur.
“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penindakan sudah ditingkatkan, tingkat kepatuhan pengendara roda dua masih rendah,” ujarnya kepada,
Selain pengendara roda dua, pelanggaran juga meningkat pada pengemudi kendaraan roda empat (R4). Data menunjukkan kenaikan pelanggaran terutama pada aspek tidak menggunakan sabuk pengaman dan adanya pengemudi di bawah umur.
Peningkatan ini menjadi indikasi bahwa meskipun penegakan hukum semakin diperkuat, kesadaran berlalu lintas pengemudi R4 juga masih perlu terus ditingkatkan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Ditlantas Polda Sumbar menilai perlu adanya pendekatan yang lebih menyeluruh.
“Perlu dilakukan kombinasi antara penindakan hukum yang tegas, edukasi yang menyasar generasi muda, dan sosialisasi berkelanjutan untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat di masyarakat, karena kepatuhan ini harus dengan kesadaran kita semua,” tutup Kombes Pol Reza. (MRL)










