Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UIN Syahada Adakan PKM di Palas

PALAS – mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) program pascasarjana/S2 (magister) Universitas Islam Negeri (UIN) Syeh Ali Hasan Ahmad Adddary (Syahada) Padangsidimpuan mengadakan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padanglawas (Palas).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu Jumat (10/5/2024) hingga Minggu (12/5/2024). Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan tema “memperkuat moderasi beragama masyarakat yang multikultural di era digital”

Turut hadir ketua program studi KPI, Dr Icol Dianto M.Kom.I, dan dua orang dosen pendamping yaitu Dr Sholeh Fikri MAg dan Dr Mohd Rafiq MA serta 13 orang mahasiswa pascasarjana program studi KPI

Kegiatan pertama berlangsung di masjid Miftahul Jannah, Pasar Sibuhuan usai salat isya. Kedatangan rombongan disambut ketua BKM Miftahul Jannah Drs Soelaiman

Di situ, Dr Icol Dianto menyampaikan maksud dan tujuan Pengabdian kepada Masyarakat kepada jamaah masjid. Lalu dilanjutkan penyampaian materi tentang moderasi beragama oleh Dr Sholeh Fikri MAg

Dr Soleh menyampaikan pentingnya menjaga moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga keutuhan dan kesejukan sesama umat dalam menjalankan ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Dr Soleh mengungkapkan Islam sebagai ramatan lilalamin, atau rahmat bagi sekalian alam. Artinya rahmat tidak hanya bagi pemeluknya sendiri tapi rahmat bagi semua mahluk hidup. Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh memilih aliran keras, yaitu bertindak seolah dialah yang paling benar serta tidak peduli dengan pendapat hukum dari orang lain, karena pada akhirnya bisa memunculkan permasalahan.

Kemudian PKM dilanjutkan pada Sabtu (11/5/2024) pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Padanglawas di Kelurahan Pasar Sibuhuan. Kegiatan berlangsung hingga siang. Rombongan disambut kepala madrasah Hj. Mahnidar Azwani, S.Ag

Di MAN 1 Palas, perwakilan guru dan siswa dikumpulkan di aula madrasah, tiga orang dosen pendamping PKM ini menyampaikan masing-masing materi seperti: moderasi beragama, multikulturisme, dan era digital. Kemudian di sela-sela acara, 11 orang mahasiswa diberikan tugas yaitu mengadakan wawancara dengan siswa perempuan tentang pendapat mereka mengenai jurnalis perempuan.

Kemudian mahasiswa juga diberikan tugas mengajar ke ruang kelas, dengan materi tentang ilmu dasar jurnalistik. Mengenalkan pengertian wartawan, media massa berbadan hukum juga media sosial yang tidak berbadan hukum.

Muhammad Ridwan Lubis, salah satu mahasiswa pada kesempatan itu menjelaskan kepada siswa MAN 1 Palas pentingnya memahami aturan penggunaan media sosial. Siswa diminta berhati-hati menggunakan media sosial karena bisa dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Ridwan berpesan sebelum menyebarkan suatu informasi harus dilakukan penyaringan, atau istilah “saring dulu sebelum sharing” (informasi harus disaring mana yang benar atau hanya hoax sebelum menyebarkan kepada orang lain”

Ridwan juga mengungkapkan kerangka membuat berita straight news, yang terdiri dari 5W+1H

“Informasi yang kita buat dalam berita straight news penulisannya singkat, padat, lugas dan sesuai fakta. Tidak boleh mengandung opini dari si penuli berita,” kata Ridwan.

Kegiatan PKM dilanjutkan dengan Sabtu malam, melakukan kunjungan di salah satu warung kopi (coffee shop) di Pasar Sibuhan. Tim dosen dan mahasiswa melakukan diskusi dan evaluasi terkait pelaksanaan PKM. Lalu pada Minggu pagi rombongan kembali ke Padangsidimpuan.

Berikut daftar mahasiswa yang mengikuti PKM di Palas:

  1. Ambali Dalimunthe
  2. Amir Hasan
  3. Anita Fajri
  4. Ardiansyah
  5. Erwin Efendi
  6. Gina Sonya Pane
  7. Muhammad Hatta Siregar
  8. Muhammad Ridwan Lubis
  9. Muhammad Yunus
  10. Nora Handayani Tumanggor
  11. Safariyarti Saragih
  12. Tua Dalimunthe
  13. Diana Nasution