MEDAN – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menyelenggarakan Gebyar Seni Budaya Etnis dan Agama Serta Rabitu Hadad yang diselenggarakan di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, Senin (27/11/2023).
Acara Gebyar Seni Budaya Etnis dan Agama Serta Rabitul Hadad tersebut menjadi momen bersejarah bagi warga Medan dan sekitarnya. Acara tersebut bukan hanya sebuah pesta budaya biasa, tetapi juga menjadi panggung keberagaman dan persatuan yang diharapkan dapat mempererat rasa persaudaraan antar warga Sumut.
“Giat yang di iniasi oleh Bapak Kapolda ini merupakan serangkaian dalam penyambutan pesta demokrasi, sehingga terwujudnya Pemilu aman dan damai di Sumatera Utara,” terang Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni kepada mohganews.
Kapolres Tapsel menerangkan bahwa tujuan dari Gebyar Seni bukan hanya sekadar menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya bersatu dalam perbedaan.
“Melalui seni, kita bisa menyatukan hati dan pikiran, membangun kebersamaan untuk menciptakan pemilu yang damai dan jujur,” ujarnya .
Kapolres Tapsel juga menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya tentang merayakan kebudayaan semata, namun terdapat pesan yang sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang.
“Tentunya pesta budaya dan pesan politik bersatu akan bersatu disini. untuk itu, ayo warga Sumut khususnya Kabupaten Tapsel dan Paluta mari kita sukseskan Pemilu Serentak dan Pilpres 2024 yang sudah didepan mata,” ungkap Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni. (MN-16)






