Jemaah Haji Kloter 5 Madina Kunjungi Tempat Bersejarah di Makkah

MADINA – Jemaah Haji kelompok terbang (Kloter) 5 dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Makkah, Arab Saudi, Senin (19/5/2025).

Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kloter 5, Akhir Mada Daulay mengatakan, ada delapan tempat bersejarah di Makkah yang dikunjungi jemaah hari ini.

“Hari ini Senin 19 Mei 2025 Kloter 5 KNO Mandailing Natal berkunjung ke tempat bersejarah di Makkah. Kegiatan ini bertujuan sebagai menapak tilas (menelusuri bekas) perjuangan Baginda Rasulullah SAW dan sejarah lainnya,” kata Akhir Mada Daulay.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah komplek pemakaman Al Ma’la atau Mu’alla yang berada di sebelah timur Masjidil Haram. Di lokasi itu dimakamkan istri Nabi Muhammad Saw pertama, yakni Sayyidatuna Khadijah Al-Kubro.

Lokasi kedua Masjid Al-Jinn. Masjid ini adalah sebuah masjid di Makkah yang memiliki sejarah penting dalam Islam. Masjid ini dinamai demikian karena menjadi tempat pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan rombongan jin yang ingin beriman. Pertemuan ini tercatat dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Jinn, yang kemudian diwahyukan kepada Nabi Muhammad di tempat itu.

Lokasi ketiga yakni Jabal Tsur atau Gua Tsur memiliki sejarah penting dalam Islam, khususnya terkait dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Gua Tsur menjadi tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy. Peristiwa ini menjadi saksi bisu tentang perjuangan dan keberanian Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.

Lokasi kunjungan keempat adalah Arafah. Para jemaah melihat tempat yang akan digunakan ketika wukuf sebagai puncak ibadah haji. Disinilah jemaah beristigfar, salat taubat, berzikir, berdo’a, dan ibadah lainnya yang tujuannya mensucikan diri dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Kelima, Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang) memiliki sejarah yang kaya dalam Islam. Bukit ini dianggap sebagai tempat di mana Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah diusir dari surga. Jabal Rahmah juga menjadi saksi turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, yang berisi pesan tentang kesempurnaan Islam.

Keenam, ke Muzdalifah. Muzdalifah adalah sebuah tempat suci yang terletak di antara Arafah dan Mina, menjadi bagian penting dalam ibadah haji. Di Muzdalifah, jamaah haji diperintahkan untuk bermalam (mabit) setelah melaksanakan wukuf di Arafah. Tempat ini juga dikenal sebagai Al-Mash’ar Al-Haram. Secara bahasa, Muzdalifah bermakna “berkumpul” atau “tempat pertemuan”.

Ketujuh, di Mina. Jemaah haji nantinya akan bermalam (Mabit) di lokasi ini dan melempar Jumrah. Mabit di Mina dilakukan setelah mabit di Muzdalifah, dan diikuti dengan melempar jumrah di tiga tempat: Jumrah Aqabah (hari Nahr), dan Jumrah Ula, Wustha, serta Aqabah (hari-hari Tasyrik).

Terakhir kunjungan tempat bersejarah ke kedelapan, yakni ke Jabal Nur, yang berarti “Gunung Cahaya”, adalah sebuah gunung di dekat kota Mekkah, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Gunung ini terkenal karena Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menyendiri dan merenungkan sebelum menerima wahyu pertama. (FAN/Int).