Ini Penyebab Emak-emak Madina Demo ke PT Jaya Konstruksi

MADINA, Mohga – puluhan orang emak-emak warga Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina melakukan aksi damai ke basecampe PT Jaya Konstruksi (Jakon) pada Sabtu (11/2/2023) kemarin

Setelah ditelusuri penyebab warga itu demo ke PT Jakon dikarenakan perusahaan pemenang tender pekerjaan jalan nasional itu menyetop secara sepihak pembelian batu mangga dari warga sekitar operasional PT Jakon, Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan. Sedangkan warga Pidoli Dolok dari zaman dahulu atau puluhan tahun lamanya mencari nafkah dari mengambil material batu dan pasir dari sungai Aek Pohon secara manual.

Selama sebulan terakhir ini PT Jakon tidak lagi membeli batu dari warga melainkan mendatangkan material dari wilayah Kecamatan Hutabargot. Diduga karena persaingan harga yang lebih murah, PT Jakon memutus hubungan kerja dengan warga Pidoli Dolok pencari batu.

Ansori, pengepul batu dari penambang tradisional di sungai Aek Pohon mengungkapkan permasalahan yang terjadi antara warga Pidoli Dolok dengan PT Jakon.

“Ini persoalan harga. PT Jakon mau menerima batu dari warga Pidoli Dolok tapi dengan syarat harganya hanya Rp 110 ribu perkubik. Sedangkan harga sebelumnya Rp 155 ribu perkubik,” ungkapnya

Harga yang dipatok oleh pihak perusahaan tersebut menurut Ansori sudah tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Mulai dari harga beli ke penambang hingga biaya angkut ke tujuan

“Jauh kali harga dibuat PT Jakon, dulu pernah turun menjadi Rp 140 ribu perkubik, itu masih kita pahamkan. Sebulan terakhir ini turun lagi ke 110, mana sanggup lagi kita. Otomatis kita hentikan lah, makanya ibu-ibu itu enggak terima kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan,” jelasnya.

Informasi yang diterima MohgaNews dari beberapa sumber di Pidoli Dolok, saat ini PT Jakon menampung batu kali untuk kepentingan pembangunan infrastruktur jalan nasional di Kabupaten Madina bersumber dari Kecamatan Hutabargot. Batu mangga tersebut dibeli dengan harga yang cukup rendah yakni Rp 110 ribu/kubik.

Media ini sudah menghubungi Humas PT Jakon bernama Indra untuk menanyakan apa alasan PT Jakon membeli batu dari daerah lain. Namun, Indra mengaku sudah dipindah tugaskan ke daerah lain dan tidak bersedia memberi penjelasan terkait permasalahan tersebut. (MN-08)