MADINA, Mohga – masih ingatkah dengan penemuan mayat bayi perempuan yang diduga dibuang di sungai Hutapungku Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) tanggal 11 Mei yang lalu?
Hingga Kamis (26/5/2022), Polisi belum juga dapat mengungkap pelaku atau identitas bayi berjenis perempuan yang ditemukan dengan kondisi tali pusar melilit tubuhnya. Polsek Kotanopan menyebut mereka masih melalukan penyelidikan
Ketua Serikat Mahasiswa Peduli Madina, Rizal Nasution menyebut, polisi di sektor Kotanopan perlu lebih serius mencari pelaku pembuang bayi tersebut, karena kejadiannya sudah lebih dua pekan lalu
”ini masih tanda tanya bagi masyarakat, kejadiannya 2 minggu yang lalu sampai sekarang tidak ada tanda-tanda identitas pelakunya. Polsek Kotanopan perlu lebih serius lagi,” kata Rizal kepada mohganews
Mahasiswa asal STAIN Madina ini menilai bila kasus ini tidak ada titik terang, dikhawatirkan kasus begini akan terulang karena dianggap hal mudah dilakukan
“Kita patut menduga ini hasil hubungan terlarang. Dan bukan kali ini saja terjadi, pelakunya selalu sulit dicari dan ditangkap. Karena itu, kami sangat berharap Polsek Kotanopan terus mendalami dan mencari pelakunya untuk diproses hukum. Kami mendukung tugas polisi mencari pelakunya,” jelasnya.
Kapolsek Kotanopan, AKP Budi menjelaskan saat ini pihaknya belum menemukan tanda-tanda ataupun identitas mengarah kepada pelaku. Kinerja dalam penyelidikan pun sudah mereka lakukan secara maksimal melibatkan aparat desa, puskesmas dan bidan desa.
”belum ada tanda-tanda kita temukan. Pihak aparat desa dan masyarakat setempat juga sudah kami selidiki, namun mereka tertutup soal informasi ini,” keluhnya.
Budi meminta doa dan dukungan masyarakat agar kasus tersebut secepatnya selesai.
”bantulah kami soal informasi ini, agar pelaku segera terungkap,” pintanya.
Kepala Desa Huta Pungkut Jae, Bahren Lubis saat dihubungi media ini mengaku mereka dan desa tetangga sudah kewalahan dalam mencari informasi data ibu hamil, namun titik terang atau yang dicurigai masih nihil.
”pada saat kejadian, kami langsung bergerak menyelidiki pelaku, baik di desa kami maupun desa tetangga. Kami mengira bayi tersebut lahir atas hubungan gelap,” ungkapnya, Kamis (26/5/2022).
Bahren mengaku, indikasi pelaku mengarah pada warganya sendiri tidak ada ditemukan maupun yang mencurigakan. (MN-08)






