MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya berfokus pada kegiatan bercocok tanam, melainkan membutuhkan dukungan pendidikan, penerapan teknologi, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Saipullah saat bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka yang berlangsung di Blok C Taman Raja Batu, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (31/8/2026).
Menyoroti tema peringatan tahun ini, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, Saipullah menjelaskan bahwa komitmen Gerakan Pramuka sejalan dengan prioritas nasional.
“Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto tentang Swasembada Pangan, Energi, dan Air,” kata Saipullah.
Selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Madina, ia berkomitmen mendorong Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan budaya proaktif. Pramuka diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan berbasis teknologi tepat guna serta berjiwa kewirausahaan.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, Bupati juga menyinggung berbagai tantangan modern yang dihadapi generasi muda, mulai dari perubahan iklim, maraknya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga ancaman masalah sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, penyebaran hoaks, dan perjudian daring.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, namun karakterlah yang memberikan arah agar kemampuan itu membawa manfaat. Kami ingin setiap anggota Pramuka memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mencipta serta menyelesaikan persoalan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh jajaran kepramukaan di Mandailing Natal untuk menerjemahkan nilai-nilai kepramukaan ke dalam aksi nyata yang disesuaikan dengan potensi daerah, seperti gerakan menanam bahan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan usaha secara mandiri.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Saipullah optimistis Gerakan Pramuka dapat melahirkan sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Dari anggota Pramuka saat ini, kelak lahir petani yang inovatif, inovator pangan, ilmuwan, wirausahawan, hingga pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas,” pungkasnya. (FAN)














