PANYABUNGAN, – beberapa jenis kebutuhan pokok masyarakat mengalami lonjakan harga sejak akhir tahun 2021 atau sebulan belakangan, termasuk di pusat perbelanjaan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
lonjakan harga terjadi pada minyak goreng dan gula pasir.
Saat ini, harga minyak goreng curah masih bertahan Rp 19 ribu perliter. Sedangkan minyak kemasan dengan brand ternama harganya masih di atas Rp 20 ribu perliter.
Sementara harga gula pasir saat ini bertahan dengan harga Rp 15 ribu perkilo
Riski (28), seorang pedagang sembako di pasar baru Panyabungan Kabupaten Madina, mengatakan, lonjakan harga ini terjadi mulai akhir tahun hingga sekarang.
“Sudah hampir sebulan. Yang paling terasa yaitu minyak goreng. Dulu kami menjual seharga Rp 14 ribu perliter (minyak goreng curah), sekarang kami jual seharga Rp 19 ribu perliter. Kalau minyak goreng kemasan rata-rata di atas Rp 20 ribu perliter, ada juga yang seharga Rp 19 ribu,
“Sedangkan gula pasir kami jual seharga Rp 15 ribu perkilo, sebelumnya kami jual Rp 13 ribu. Modalnya naik, dari Rp 600 ribu persak (50 Kg) sekarang modal kami Rp 700 ribu. Artinya modal kami saja sudah Rp 14 ribu perkilo,” kata Riski
Lonjakan harga juga terjadi pada sembako jenis lain, seperti tepung terigu dan lainnya.
“Rata-rata harga sembako naik, tapi paling tinggi minyak goreng,” pungkasnya
Tingginya harga minyak goreng, kata Riski, membuat masyarakat mengeluh.
“Langganan kami banyak yang mengeluh karena sudah hampir sebulan belum juga normal. Dengan berat hati mereka tetap membeli karena sudah kebutuhan pokok rumah tangga,” tambahnya
Irma (30), ibu rumah tangga turut menyampaikan keluhannya atas lonjakan harga kebutuhan pokok ini
“Kami warga kecil ini paling terasa, harga kebutuhan pokok naik, sedangkan harga jual hasil tani kami tetap,” keluh wanita yang mengaku sebagai petani di Kecamatan Panyabungan ini
“Kalau bisa kami harap pemerintah bisa mencarikan solusi supaya harga kebutuhan pokok normal kembali,” harapnya. (MN-01)






