PANYABUNGAN, – hujan lebat menyambut pergantian tahun 2021 ke 2022 jadi kesedihan sendiri bagi masyarakat Desa Manyabar Kecamatan Panyabungan, Jumat (31/12/2021)
Hujan turun mulai sekitar pukul 18.30 Wib hingga Sabtu (1/1/2022) dini hari. Akibatnya, sungai Aek Kitang meluap dan menyebabkan banjir di desa ini. Ketinggian debit air di permukaan pemukiman warga mencapai 50 Cm hingga 70 cm. Lebih parah lagi, jembatan sungai Aek Kitang juga terancam roboh

Kepala Desa Manyabar, Ali Musa Nasution menyebut Sabtu pagi debit air sungai Aek Kitang sudah mulai normal, dan genangan air di pemukiman warga sudah mulai surut.
“Alhamdulillah pagi ini airnya cepat surut. Kami berharap Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi segera turun meninjau kondisi sungai tersebut agar bisa mengambil langkah apa yang perlu diperbaiki,” katanya, Sabtu (1/1/2022).
Musa menyebut, pekan lalu, alat berat exavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memperbaiki normalisasi sungai itu, tetapi kondisi saat ini yang sangat dibutuhkan adalah pembangunan dek penahan banjir atau bronjong sepanjang 200 meter.
“Pekan lalu Ketua DPRD datang ke sini dan hari itu juga ia meminta dinas PU melakukan normalisasi sungai. Itu sudah mereka kerjakan. Namun kami melihat normalisasi sungai saja tidak cukup. Kiranya pemerintah membangun beronjong sepanjang 200 meter,” katanya.
Mewakili seluruh masyarakat Manyabar, Musa menaruh harapan kepada Pemkab Madina secepatnya melakukan pembangunan agar banjir di beberapa desa tidak terjadi lagi untuk tahun ini dan seterusnya.
“Banjir disini sudah menjadi langganan tahun ke tahun. Kami berharap 2022 ini adalah tahun yang istimewa untuk masyarakat, yaitu perbaikan sungai,” harapnya.
Sekadar informasi, kerusakan sungai aek kitang ini sudah mengancam kehidupan masyarakat beberapa desa tetangga di Manyabar. Seperti tempat pemakaman umum sering digenangi luapan sungai, jembatan nyaris ambruk dan infrastruktur jalan penghubung beberapa desa terancam putus. (MN-08)






