MADINA, Mohga – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Erwin Efendi Lubis, SH dan 10 anggota DPRD lainnya duduk sama rata di lantai berlandaskan batako bersama massa unjuk rasa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menanggapi dan menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi.
Kapolres Madina, AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq dan jajaran juga ikut serta duduk di lantai yang bertempat di depan Gedung DPRD tersebut.
Penyampaian aspirasi dengan cara duduk bersama di lantai ini atas permintaan mahasiswa dan seterusnya Ketua DPRD langsung menanggapi dengan suara keras dan tegas.
“Jangankan di lantai, di rumput sana pun saya siap“
Lima poin pernyataan sikap yang disampaikan PMII secara lisan dan tulisan itu telah diterima Ketua DPRD dan berjanji hari ini akan menindaklanjuti secara resmi.
Erwin kembali menyebut kepada mahasiswa, sebelum pemerintah pusat resmi menaikkan harga BBM yakni pada 29 dan 30 Agustus 2022 kemarin, dia sudah mengirimkan surat ke DPR RI untuk mengkaji ulang keputusan tersebut.
“Surat permintaan untuk evaluasi kenaikan harga BBM dari DPRD Madina kepada pimpinan di pusat sudah saya kirimkan sebelumnya dan itu ter upload di media sosial. Kalaupun itu tidak ada guna saya buat, sebab pijakannya hanya pusat, namun itu harus saya lakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap nasib rakyat saya,” katanya.
Sebagai wakil rakyat di Kabupaten Madina, Erwin mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
Politisi Partai Gerindra ini juga menyebut, bahwa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hak untuk membela rakyat.
“Yang dilakukan oleh adek-adek ini adalah hak untuk memperjuangkan nasib masyarakat, mana tahu bisa dikabulkan oleh pemerintah pusat. Kita hanya berharap itu,” jelasnya.
Ketua DPRD menerima pernyataan sikap seluruhnya dan akan menindaklanjuti secepat mungkin.
“Bagian sekretariat hari ini tuntutan wajib di ketik agar saya dan wakil pimpinan tandatangani. Insyaallah besok, akan sampai ke sekretariat adek-adek tertanda sudah ditindaklanjuti,” tuturnya.
Kapolres Madina menambahkan, dalam hal pengamanan aksi pertama dari HMI dan kedua dari PMII. Polres Madina selalu siap dan siaga dalam memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari awal hingga aksi berakhir.
160 personel diturunkan dalam aksi di Gedung DPRD Madina tersebut. Mahasiswa dan kepolisian terlihat akrab dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah aksi berjalan damai, aman dan kondusif sesuai dengan yang kita harapkan. Secara pribadi dan institusi kepolisian Polres Madina saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya.
Usai melakukan aksi, Ketua PMII Madina mengapresiasi keterbukaan Ketua DPRD dalam menanggapi dan kehumanisan Kapolres Madina dalam mengawal jalannya aksi.
Musa dan seluruh kader PMII Madina mengucapkan terima kasih karena aspirasi yang mereka sampaikan itu ditindaklanjuti secepat mungkin.
Sekadar informasi, lima poin. Pernyataan sikap diantara;
- Menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi
- Meminta pemerintah pusat mencabut kebijakan kenaikan harga BBM
- Mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh mafia BBM
- Mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran
- Mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM Bersubsidi. (MN-08)












