Mohganews|Madina – Dampak yang diakibatkan pandemi covid-19 memang sangat terasa terhadap roda perputaran ekonomi, mulai dari skala nasional hingga daerah.
Tak terkecuali untuk kawasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dimana hampir seluruh sektor harus merasakan penurunan omset yang sangat signifikan.
Begitu yang dirasakan Muklit (38), seorang peternak sapi di Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan, Madina yang harus mengalami penurunan omset penjualan hingga 70% akibat pandemi ini.
“Sangat terasa pasti, gara gara pandemi permintaan langganan jauh lebih sedikit. Misalnya ditahun lalu dia pesan 9 ekor tahun ini cuma 3 ekor. Rata rata langganan panitia Qurban pesannya cuma sepertiga dari tahun lalu,” ujar Muklit ketika diwawancarai Mohganews, Selasa (21/7).
Menurut Muklit, puncak permintaan pesanan adalah jelang 1 Bulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Dan karena permintaan yang sedikit, Muklit juga mengaku dirinya tak berani menyiapkan stock dengan jumlah banyak.
“Puncaknya biasanya 1 bulan sebelum Idul Adha, kalau jelang 2 minggu, hampir tidak ada lagi pesanan. Karena permintaan sedikit, kita tidak berani sediakan stock banyak. Seperti sekarang stock sisa ada 30 ekor, tahun lalu kita sempat siapkan 90 ekor,” terang Muklit.
Di samping itu, akibat pandemi yang berujung sulitnya memperoleh izin keramaian, banyak masyarakat yang tidak bisa mengadakan pesta pernikahan, hal tersebut juga berdampak bagi penghasilan peternak.
“Hampir tidak ada orang yang mengadakan pesta pernikahan karna tidak boleh ada keramaian, otomatis permintaan juga tidak ada. Semoga cepat berlalu lah pandemi ini, biar semua lancar seperti biasanya,” tandas Muklit. (MN-13)






