Mohganews|Madina – pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Sukhairi-Atika resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Merdeka Kelurahan Kayu Jati, Panyabungan, Jumat (4/9/2020)
Pasangan pemilik jargon SUKA ini adalah pasangan pertama yang mendaftar, SUKA beserta pimpinan partai politik pengusung yakni PKB, PKS, dan Partai Hanura dan simpatisan pendukung berjalan kaki dari kediaman Sukhairi menuju kantor KPU Madina. Di perjalanan mereka diguyur hujan gerimis.

Sebagaimana diketahui, massa berkumpul di kediaman Ja’far Sukhairi di Kelurahan Panyabungan 2, Kecamatan Panyabungan usai shalat Jum’at.
Sebelum berangkat, Ketua tim pemenangan Sukhairi-Atika, Khoiruddin Faslah Siregar yang juga Ketua PKB Madina menyampaikan terima kasihnya kepada segenap partai pendukung, relawan dan simpatisan yang bersedia mengawal dan mengantar pasangan Sukhairi-Atika ke KPU.
“Terimakasih kepada masyarakat dan tim pemenangan. Dengan ini kita menunjukkan bahwa (barisan) kita solid dan meliki niat yang tulus dan ikhlas untuk memenangkan pasangan ini. Terima kasih untuk partai pengusung telah mempercayakan pilihan kepada pasangan Sukhairi-Atikah, semoga harapan kita ini dapat terkabul dan pasangan SUKA terpilih menjadi pemimpin kita 5 tahun kedepan,” ucapnya.
Pasangan Sukhairi-Atika dalam pidatonya memaparkan beberapa poin tentang komitmen politik ketika nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madina dihadapan relawan dan masyarakat.
“Komitmen kami, agar bilal mayit yang selama ini terabaikan, begitu juga dengan guru guru pesantren agar kesejahteraannya dapat ditingkatkan. Dan bagaimana nantinya zakat bisa kita maksimalkan untuk keaejahteraan masyarakat Madina. Dan kami berkomitmen jika terpilih nanti, gaji kami akan dipersembahkan untuk masyarakat,” terang Ja’far Sukhairi.
Atika Azmi Utammi dalam pidatonya menungkapkan bahwa selama 6 bulan terakhir dirinya telah mengunjungi dan mengelilingi Madina guna menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi real ditengah tengah masyarakat.
“6 bulan ini saya telah berkeliling Madina untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar keluh kesah masyarakat. Dan saya sedih melihat betapa kaya Madina, tapi kita terjebak dalam zona kemiskinan karena ketidak mampuan kita mengelola sumber daya yang ada. Oleh karena itu, Madina butuh pemimpin baru, pemimpin yang lahir di Madina, besar di Madina dan berniat mengabdi untuk Madina. Niat kami untuk membangun kembali fondasi fondasi Islami agar kita kembali ke zona Islam yang selama ini kita mulai tergerus arus globalisasi. Dan kami berikrar akan berusaha sedaya mampu kami untuk kebaikan Madina, karena tujuan kami adalah menuju Madina yang mandiri, kompetetif, berkeadilan dan bermartabat,” jelas Atika.
Terakhir, Sukhairi menambahkan terkait maraknya black campaign agar segenap relawan tidak ikut melakukan hal tersebut.
“Jika ada hujatan dan cacian, saya harap agar relawan san simpatisan untuk tidak melakukan ataupun membalas hal tersebut, mari kita tunjukkan nilai nilai akhlakul karimah,” pungkasnya. (MN-09)











