MADINA – Untuk mengantisipasi kasus gagal ginjal pada anak anak yang akhir-akhir ini menghebohkan masyarakat Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghimbau dan meminta para orang tua untuk terus aktif memperhatikan makanan anak-anaknya.
Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr. H. Mhd. Faisal Situmorang mengatakan tingginya kasus gagal ginjal pada anak-anak saat ini akibat bahan kimia tertentu yang masuk pada tubuh anak melebihi ambang batas.
“Akibatnya fungsi ginjal terganggu, bahkan dalam beberapa kasus hingga menyebabkan gagal ginjal sehingga harus cuci darah,” kata Kadis Kesehatan.

Menurut dia, bahan kimia berlebih yang mengganggu fungsi ginjal ditenggarai dari makan seperti zat pengawet, pewarna, pemanis serta kemasan makanan yang tidak sesuai penggunaannya.
“Untuk mengantisipasi adanya gangguan ginjal pada anak di Kabupaten Madina, Dinas Kesehatan menghimbau agar orang tua lebih aktif menjaga makanan anak anaknya terutama jajanan di sekolah,” ucapnya.
Faisal juga menerangkan, gejala yang harus di waspadai orang tua pada anak yang terindikasi gejala gagal ginjal mulai dari demam panas yang berkepanjangan hingga 3 sampai 5 hari, buang air kecil yang berkurang, mudah lelah, kulit kering dan lainnya.
“Untuk ke depan, Dinas Kesehatan akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pengujian sampel makanan khususnya yang dijajakan di sekolah sekolah,” jelas Faisal.
Disamping itu, tim Dinkes Madina nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk makanan jajanan yang diperjual belikan di pasar apakah sudah melewati pengujian dari BPOM serta Majelis Ulama Indonesia.
“Pada tahun 2024 ini, di wilayah kita (Madina) belum ada ditemukan anak yang mengalami gagal ginjal akut,” tutup dr. Faisal Situmorang. (FAN)







