MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengaku miris melihat kondisi lingkungan yang telah dirusak akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten ini.
Hal tersebut disampaikan bupati saat berpidato di hadapan para Forum Kordinasi Pimpinan Daerah, pejabat teras pemerintah mulai dari Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, para Camat, dan tamu undangan dalam acara Sertijab dari bupati lama ke bupati baru di Aula Pemkab Madina, Selasa (25/3/2025).
“Masih banyak yang harus kita perhatikan dan kita benahi di Madina ini, terutama isu-isu lingkungan yang juga kita lihat akhir akhir ini, tidak pernah berhenti setiap hari diberitakan. Mari kita bersama bergandengan tangan untuk membenahinya. Saya miris melihat berita itu, terutama masalah tambang ilegal,” kata Bupati Madina.
“Mudah-mudahan kita bisa bersama memikirkannya,” sambung Saipullah.
Soal tambang ilegal, Bupati Madina menyebut di tahun 2024 sudah ada undang-undang yang baru dan Pemkab Madina menunggu peraturan pelaksanaannya supaya masyarakat bisa difasilitasi, bisa menambang tetapi dalam koridor hukum yang tidak melanggar aturan, juga tidak merusak lingkungan.
“Mudah-mudahan ini bisa kita dapatkan ketentuannya sehingga kita bisa melakukan bimbingan kepada masyarakat. Tentu pak kapolres, dandim dan kajari adalah garda terdepan dalam penegakan hukum,” jelasnya.
Saipullah juga memaparkan pesan dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat melantiknya pada Jumat 21 Maret 2025 yang lalu. Gubsu Bobby berpesan agar dalam setiap kebijakan yang ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat.
“Setiap yang kita lakukan harus dasarnya kepentingan kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan semua potensi kekayaan, kemampuan yang ada di Madina ini, bisa kita optimalkan tanpa melanggar hukum,” tutup Saipullah. (FAN)












