Bupati Madina Motivasi Tenaga Kesehatan di RSUD Panyabungan

PANYABUNGAN, Bupati Mandailing Natal (Madina) Muhammad Jakfar Sukhairi Nasution berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan dan bertatap muka dengan para tenaga medis, Jum’at (30/7/2021) pagi.

Turut mendampingi, Asisten 1, Alamulhaq, Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Syarifuddin Nasution, Kasatpol PP sekaligus Kepala Bapeda, Drs Lismulyadi Nasution, Kapolres Madina diwakili Kapolsek Panyabungan serta Danramil 13 Panyabungan.

Dalam sambutannya, Bupati berharap kepada Direktur rumah sakit serta seluruh tenaga kesehatan agar selalu kuat dan bersabar dalam melayani pasien, apalagi dimasa pandemi sekarang.

“Kami Sukhairi-Atika tidak akan bersikap kasar kepada kalian tenaga medis, kami mengerti perjuangan kalian sangat berat untuk menghadapi pasien covid-19 dan penyakit lainnya, tetapi kami mengajak bapak ibu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kita. Kami minta pelayanan semakin ditingkatkan dan utamakan tata cara pelayanan yang humanis,” imbaunya

Selain itu, Bupati sedikit bercerita bahwa lokasi rumah sakit umum ini bukan hal yang asing untuknya, sebab mulai sekolah dari tingkat SD hingga SMA, dia sangat tahu situasi rumah sakit.

“Saya disekolahkan almarhum orang tua saya disekitar lokasi rumah sakit umum ini, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Jadi, rumah sakit ini bukan hal baru untuk saya. Ke depan saya akan aktif memantau rumah sakit karena bidang kesehatan hal utama yang harus saya perhatikan,

“saya minta absensi dari semua tenaga medis mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat bawah di RSUD Panyabungan diaktifkan, setiap hari pihak rumah sakit harus laporkan absensi itu ke Dinas Kesehatan. Jangan ada lagi saya dengar isu-isu di luar sana rumah sakit ini buruk, sekali lagi saya minta tingkatkan pelayanan yang humanis,” tambahnya

Sementara Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan mengaku pelayanan di RSUD masih minim, namun pihaknya saat ini terus berusaha untuk menciptakan kenyamanan masyarakat pada saat berobat.

“Perlu kami laporkan kepada bapak Bupati bahwa Pusat bantuan pelayanan pasien yang kami tempatkan di depan rumah sakit tujuannya untuk bisa membantu setiap kesulitan pasien, karena selama ini kita melihat terkadang ada kendala soal BPJS yang tidak aktif atau masalah yang lain. Ini adalah bantuan layanan pasien itu sendiri sehingga diharapkan kalau sudah ada orang yang datang ke rumah sakit ini tidak boleh ada yang pulang sebelum mendapat pelayanan,” ungkap Dr Rusli

Terakhir, Dr Rusli mengharapkan bimbingan dari Bupati agar sinergi antara rumah sakit dengan pemerintah daerah sejalan. (MN-08)