Bupati Madina Minta Partai Golkar Buat Buku Pedoman untuk Politisi Masa Depan

MohgaNews|Madina – Bupati Mandailing Natal (Madina) menghadiri penutupan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kabupaten Madina di aula hotel Abara jalan lintas timur, Panyabungan, Rabu (26/8/2020)

Musda VI Partai Golkar Madina tersebut memilih H. Aswin Parinduri sebagai Ketua DPD Partai Golkar periode 2020-2025.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution foto bersama pengurus Partai Golkar dan pimpinan partai politik lainnya

Dalam arahannya, Bupati Dahlan Hasan Nasution mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali H. Aswin Parinduri dan mengucapkan terima kasih kepada semua panitia Musda yang telah sukses menyelenggarakan Musda tersebut.

Dahlan Hasan mengatakan, Partai Golkar salah satu partai tertua di Republik Indonesia yang lahir pada tahun 1964 dan sudah berusia 56 tahun. Ia tidak memungkiri Partai Golkar sudah berulang kali menghadapi badai dan pasang surut.

“Partai Golkar sudah berusia 56 tahun dan sudah menghadapi berbagai tantangan pasang surut. Tetapi yang pasti Partai Golkar sudah banyak menorehkan sejarah brilian di Negara ini. Saya sampaikan ini bukan untuk mengecilkan partai lain, saya hanya ingin agar kader golkar melihat sejarah politik bangsa ini.

“Oleh karena itu, saya berharap agar Partai Golkar dapat mempersembahkan sebuah buku tentang perjalanan partai yang tujuannya agar ada pedoman dan panduan politik bagi generasi dan politisi kita di masa yang akan datang. Begitu juga dengan partai lain. Sehingga ada pemahaman dan kebanggaan bagi seseorang yang ingin masuk ke panggung politik. Saya ingin generasi kita berikutnya bisa memahami sejarah perjalanan politik bangsa dan daerah kita ini,” kata Dahlan.

“Jangan malu kita mengatakan kelemahan kita di dalam buku tersebut agar anak-anak kita terbimbing menjadi politisi yang baik,” sebutnya lagi.

Bupati Dahlan Hasan Nasution menekankan kepada semua pimpinan dan pengurus partai politik di Kabupaten Madina agar tidak terjerumus pada persaingan tidak sehat antar partai. Perbedaan arah politik jangan dibuat sebagai perpecahan melainkan dibuat sebagai semangat untuk membangun daerah.

“Baju boleh beda tapi tujuan harus sama, tidak ada alasan bagi kita bercerai berai. Jangan perbedaan itu membuat kita berpisah, tetapi buatlah menjadi fondasi bagaimana agar Madina ini cepat maju, bagaimana semua potensi Madina ini bisa kita kelola dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Madina,” tambahnya.

Bupati juga berharap kepada semua pengurus partai politik di Kabupaten Madina agar menggandeng Ulama dan pemangku adat budaya di dalam kepengurusan.

“kita harus merangkul ulama dan tokoh adat di dalam kepengurusan partai. Sehingga bisa membentengi kebijakan-kebijakan partai agar tetap mengedepankan pendekatan agama dan adat budaya,” pesan Dahlan.

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Madina terpilih H. Aswin Parinduri menyampaikan terima kasih kepada semua pengurus dan kader partai Golkar yang telah mengamanahkannya kembali untuk periode 2020-2025. H. Aswin mengajak semua pengurus dan kader partai untuk memperkuat konsolidasi partai guna menghadapi agenda besar ke depan.

Ia juga menyadari bahwa semua manusia tidak ada yang sempurna.

“Saya bukan yang terbaik, tetapi saya diberikan amanah, ini akan saya emban dengan harapan semua kader dan pengurus kita tingkatkan soliditas untuk membesarkan partai. Apabila saya salah mohon luruskan,

“Mari kita bangun Madina ini lebih baik ke depan. Dan menghadapi Pilkada Madina tahun 2020, DPP Partai Golkar telah memberikan amanah dan mengusung pasangan calon Dahlan Hasan Nasution – H. Aswin. Dapat kami beritahukan bahwa Dahlan-Aswin itu adalah manusia biasa, tapi kami orang yang mau diluruskan dan dinasehati. Kepada semua kader partai Golkar mari kita menangkan Pilkada ini dan kita berjuang untuk Madina yang lebih baik,” harap Aswin.

Hadir dalam Musda VI Partai Golkar Madina tersebut mewakili DPD Partai Golkar Sumut Sangkot Sirat, juga hadir pimpinan partai politik yang ada di Kabupaten Madina. selain itu, tampak hadir juga para Ulama dan tokoh adat budaya. (MN-08)