MADINA – Pilkada serentak tahun 2024 sudah dimulai. Semua bakal calon wajib mendaftarkan diri ke komisi pemilihan umum (KPU) di daerah masing-masing paling lambat hari ini, Kamis (29/8/2024) dan pendaftaran ditutup pada pukul 00.00 Wib nanti.
Untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sudah dapat dipastikan ada dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada tahun 2024. Pertama, pasangan Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution yang diusung enam partai politik yaitu: PKS, PKB, Demokrat, Nasdem, PPP, dan Perindo. Dan pasangan kedua yaitu Harun Mustafa Nasution-Muhammad Ichwan Husein Nasution yang akan mendaftar hari ini. Pasangan Harun-Ichwan diusung Partai Gerindra, Golkar, PAN, dan PDIP.
Saparuddin Haji, pengamat politik di Kabupaten Madina menilai keempat orang yang akan bersaing memenangkan Pilkada Madina tahun 2024 ini sudah cukup layak memimpin daerah lima tahun akan datang. Sama-sama sudah matang baik di dunia politik maupun birokrasi pemerintahan.
“Secara umum dua pasangan calon ini sudah layak, namun mereka pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi pada akhirnya rakyat selaku pemegang mandat akan memberikan pilihannya kepada pasangan yang paling baik,” kata Saparuddin Haji.
Ia menjelaskan, pilkada merupakan kontes mengadu gagasan, ide, dan visi-misi bagaimana mewujudkan daerah ini lebih maju dan lebih baik ke depan.
Pria yang akrab disapa Akong ini mengungkapkan, usia Kabupaten Madina yang sudah 25 tahun masih sangat jauh tertinggal dibandingkan daerah lain seumurnya.
“Kita masih banyak ketertinggalan dari daerah lain, kalau pemimpin kita tidak bisa berbuat banyak maka daerah kita akan begini-begini saja. Tidak ada pembangunan signifikan, tidak ada kemajuan, tidak ada kemakmuran,
“Karena itulah Bupati Madina hasil pilkada tahun ini kita harapkan yang mampu membawa kue pembangunan sebanyak-banyaknya ke daerah, karena banyak program pembangunan di pusat yang bisa dibawa ke daerah kalau pemimpinnya punya kemampuan lobby dan jejaring di sana,” terang Akong, pimpinan umum media Mohganews
Pria yang pernah menjadi calon Bupati Madina pada pilkada 2015 lalu meminta masyarakat agar objektif menentukan pilihan pada 27 November nanti.
“Pilkada ini milik rakyat, wujud demokrasi, penentunya adalah kita semua. Mari kita gunakan hak pilih kita dan memilih yang terbaik dari dua pasangan ini,” pesannya. (MRL)











