Aksi Blokade PT Rendi Mandailing Natal Berlanjut

MADINA, Mohga – warga Desa Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Madina kembali melanjutkan aksi blokade akaes keluar masuk areal perkebunan sawit PT Rendi Permata Raya.

Aksi ini mereka lanjutkan dikarenakan rapat dengan forkopimda dipimpin Bupati Madina pada Jumat (24/3/2024) siang menurut perwakilan tidak ada hasilnya, alias tidak ada kesepakatan apapun.

“Tidak ada kesepakatan apapun, tidak ada hasilnya, karena itu kami akan melanjutkan aksi ke PT Rendi sampai tuntutan hak kami diberikan,” ujar Ketua Koperasi Hasil Sawit Bersama Safihuddin kepada mohganews, jumat malam.

Sebagaimana diketahui, aksi blokade pintu masuk PT Rendi Permata Raya ini dilakukan warga Singkuang semenjak Minggu malam yang lalu. Mereka menduduki dan memasang tenda di depan pintu masuk. Akibatnya aktivitas pengangkutan sawit dari PT Rendi lumpuh total.

Di sisi lain, warga memilih bertahan menginap di tenda atau posko yang mereka dirikan hingga melakukan ibadah salat tarawih dan sahur bersama di tempat itu.

“Karena tidak adanya kesepakatan dan hasil dari rapat forkopimda, kami putuskan untuk melanjutkan aksi. Kami akan bertahan sampai hak kami diberikan. Kami butuh kejelasan, karena janji-janji kebun plasma ini sudah ada sejak 8 tahun lalu, sampai sekarang nol besar,” ucap Safihuddin. (MN-07)