PANYABUNGAN,- Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Horas Tua Silalahi Sik MSi mengingatkan pelaku tabrak lari yang terekam video pengintai CCTV agar segera menyerahkan diri kepada Kepolisian
Horas menyebut pihaknya sedang menangani kasus ini dan berkoordinasi dengan Polres Pasaman. Ia mengatakan dalam rekaman video tersebut tidak jelas nomor kendaraan mobil yang diperkirakan berjenis grand max.

“Dari tayangan tidak terlihat nomor polisi, tapi kami akan periksa rekaman utuh dari pemilik CCTV itu,” ucapnya
“Keluarga korban sepakat berdamai, itu iktikad baik. Karena itu kami minta pelaku menyerahkan diri dulu agar bisa kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Sebelumnya, korban tersebut bernama Riandi yang masih berusia enam tahun. Ia mengalami kecelakaan ditabrak mobil pick up yang diduga merk grand max warna hitam datang dari arah Kotanopan menuju arah Sumatera Barat. Tampak di mobil itu sebuah tenda warna biru. Riandi sendiri sempat mengalami kritis dan dilarikan ke rumah sakit umum Panyabungan
Rajab Lubis, orang tua korban yang dihubungi MohgaNews menerangkan Riandi merupakan anak keduanya. Akibat kecelakaan itu, anaknya mengalami patah tulang kaki sebelah kanan.
“Keadaan anak saya masih berbaring di kasur, akibat kecelakaan itu tulang kaki sebelah kanan sudah patah,” katanya, Selasa (19/10/2021) malam melalui seluler.
Pria sehari-hari bekerja sebagai supir becak ini menyebut, peristiwa kecelakaan terjadi sore hari saat anaknya bermain bersama kawannya di warung pinggir jalan. Ia pun mendapat informasi kecelakaan itu dari istrinya yang sedang memasak makanan di rumah.
Hingga sekarang, mobil yang menabrak anaknya tidak diketahui siapa pemiliknya, padahal saat kejadian dia langsung bergegas melapor ke Polsek Kotanopan. (MN-08)






