BATANG NATAL, – dua orang bandar narkotika golongan 1 jenis sabu asal Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina), Jum’at (13/8/2021).
Kedua tersangka yakni Raensyah Lubis Alias Enca (23) dan Rizal Lubis alias Ijan (25). Kedua tersangka sama-sama penduduk Desa Ampung Siala, Batang Natal.
Kasat Narkoba Polres Madina, AKP Manson Nainggolan mengatakan kedua orang bandar tersebut ditangkap di lokasi berbeda dan setiap penangkapan mereka menemukan barang bukti sabu.
“Waktu itu, saya di telpon masyarakat Muara Soma ada peredaran narkoba di daerahnya sudah marak dan beredar luas. Kami bentuk tim dipimpin Kanit I Satnarkoba, Bripka Fernando Siregar dan Personel lainnya ke lokasi untuk melakukan penyelidikan ke Desa Ampung Siala,” kata AKP Manson.
Diterangkan Kasat, hasil penyelidikan itu berhasil mengamankan Enca yang merupakan pengedar. Ditangkap pukul 1.00 Wib dini hari di salah satu pondok Desa Ampung Siala dengan barang bukti 7,2 gram sabu dibungkus plastik klip transparan, satu tas sandang warna hitam dan 10 buah plastik klip transparan kosong.
Kemudian, personel melakukan interogasi terhadap Enca, ia mengaku narkoba miliknya itu berasal dari bandar bernama Ijan. Pukul 6.00 Wib, Personel mendatangi rumah Ijan di Desa Ampung Siala. Saat itu posisi Ijan sedang terbaring di kamar.
“Kita tidak menemukan barang bukti narkoba dari Ijan, namun ia sudah mengaku dirinya salah satu bandar. Setelah kita lakukan interogasi, Ijan mengaku sabu miliknya sudah habis terjual. Kemudian, sabu untuk penjualan berikutnya sedang dalam pengiriman dari kota Medan melalui angkutan bus mini umum,” jelasnya.
“Dia mengaku sabu itu sampai hari itu juga melalui loket Taksi Kita Jaya (TKJ) Desa Muara Soma, pukul 13.00 Wib Personel langsung menanyakan pihak loket. Ternyata paket kiriman yang dimaksud berisikan narkoba jenis sabu seberat 58,28 gram di dalam kotak bercampur buah rambutan dan duku,” terangnya.
Terakhir, Kasat menanyakan kepada kedua tersangka bahwa narkoba tersebut biasa dijual kepada karyawan tambang emas di wilayah pantai barat.
“Mereka mengaku sering dijual kepada penambang emas,” tutupnya. (MN-08)






