Panyabungan| Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs H Dahlan Hasan Nasution menyambut baik rencana yayasan Insitut Agama Islam (IAI) Dar Aswaja Rokan Hilir Riau yang akan membuka Ma’had Aly di Kabupaten Madina.
Dahlan Hasan yang saat ini sedang cuti kampanye karena ikut sebagai calon Bupati di Pilkada Madina tahun 2020, Dahlan ditemui oleh pimpinan yayasan Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Rohil, Riau pada Rabu malam, (4/11/2020) kemarin.
H. Abdul Muthalib MA mewakili pimpinan yayasan Institut Agama Islam Darul Aswaja mengungkapkan niat mereka untuk membuka institut agama Islam bernama Ma’had Aly di Kabupaten Madina. Dalam hal ini, Abdul Muthalib meminta dukungan dari Drs Dahlan Hasan Nasution dalam rangka mewujudkan pembangunan tersebut, termasuk mengenai lahan pertapakannya.
Dahlan Nasution menyebut, pendirian Ma’had Aly akan sangat membantu masyarakat Madina terkhusus lulusan pondok pesantren yang mana ada seribuan orang yang lulus tiap tahun. Sementara melanjutkan ke perguruan tinggi harus ke luar negeri atau timur tengah. Apabila Ma’had Aly sudah berdiri maka alumni pesantren tidak perlu lagi kuliah ke luar negeri.
“Beliau-beliau ini adalah sahabat baik saya, mereka punya keinginan untuk mendirikan semacam universitas yang mendalami kajian agama Islam dengan kitab kuning. Ma’had Aly ini solusi pendidikan bagi anak-anak kita yang lulus dari pesantren dan tidak punya biaya melanjutkan pendidikannya ke timur tengah. Dari Madina saja setiap tahun lebih seribu orang yang tamat dari pesantren, mereka ingin melanjutkan pendidikan ke timur tengah tapi orang tua tidak sanggup. Ma’had Aly inilah solusi bagi mereka,” kata Dahlan
Calon Bupati Madina nomor urut 2 itu menjelaskan, pendidikan ilmu keagamaan Islam akan menyelamatkan moral generasi bangsa di masa akan datang. Karena apa yang dipelajari santri di pondok pesantren sebagian besar tidak dipelajari di sekolah umum. Apalagi yang disebut dengan kitab kuning yaitu sumber ilmu hukum Islam berbahasa Arab dan tidak punya harkat atau baris
“Pesantren harus kita perkuat, karena merekalah nanti yang kita harapkan menyelamatkan agama kita, menyelamatkan moral dan akhlak generasi kita. Kasihan kita melihat anak-anak santri kita apabila sudah selesai dari pesantren mereka harus mengubur niat melanjutkan ke perguruan tinggi khusus kajian agama Islam karena tidak ada biaya ke timur tengah.
“Saya siap membantu apa saja kebutuhan pendirian institut Ma’had Aly di Mandailing Natal, saya siapkan lahan 10 hektar sesuai kebutuhannya nanti. Ada dua titik lokasi yang kita siapkan, yaitu di Sopo Tinjak Batang Natal atau di komplek bukit muhasabah. Saya sanga bersyukur ini sebuah pintu Rahmat bagi daerah kita karena memperjuangkan agama Allah,” ungkapnya.
Dahlan juga menyatakan kesiapannya mendampingi tim pembentukan Ma’had Aly di Madina untuk bertemu dengan Menteri Agama RI guna membahas tindak lanjut pendirian Ma’had Aly ini.
Di sisi lain, Dahlan menyampaikan pendidikan keagamaan perlu disejajarkan dengan penanaman nilai-nilai adat budaya, karena zaman sekarang banyak kalangan pemuda yang sudah jauh dari pengamalan nilai adat dan budaya sehingga
“Ini tantangan kita ke depan, pendidikan keagamaan harus kita perkuat dan sejalan dengan penanaman nilai adat budaya. Kita harus menyelamatkan generasi kita dari keterpurukan moral dan akhlak,” pesannya. (MN-06)






