MohgaNews|Madina – sejumlah tokoh agama, tokoh adat budaya dan tokoh masyarakat menemui Bupati Mandailing Natal (Madina) di masjid agung Nur ala Nur Panyabungan, Selasa (25/8/2020) kemarin, usai mengikuti ceramah dari ustadz Solmed
Tokoh agama yang silaturahmi dengan Bupati Madina tersebut, yakni Buya H. Musaddad, H. Abdul Baits, Rahmat Lubis, H. Zulkarnaen Nasution, Mahyuddin Nasution, imam masjid agung Nur ala Nur H. Zulkarnaen Lubis. Hadir juga tokoh adat budaya Ali Rahman Nasution, dan tokoh masyarakat H. Ismail Hakim Lubis alias Haji Atas.
Pada pertemuan di pelataran masjid agung Nur ala Nur itu, H. Abdul Baits memberitahukan mereka dari tokoh agama, adat budaya, dan tokoh masyarakat mengaku prihatin atas kelakuan anak usia sekolah yang sudah tidak dapat dikontrol lagi akibat lamanya tidak sekolah tatap muka.
Mereka meminta kepada Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution supaya segera menetapkan sekolah tatap muka agar anak-anak bisa kembali sekolah sebagaimana biasanya.
Hal itu, kata H Abdul Baits, dikarenakan Kabupaten Madina bukan daerah zona merah penyebaran Covid-19.
“Kita tidak berada di zona merah, sementara sudah lima bulan anak sekolah bebas dari kegiatan sekolah. Yang jadi masalah para orang tua sekarang kewalahan mengawasi anak-anak mereka. Ini kita takutkan jadi masalah baru bagi anak-anak kita,” ujar H. Abdul Baits.
Senada disampaikan tokoh masyarakat H. Ismail Hakim atau Haji Atas. Ia meminta kepada Bupati agar segera disusun aturannya agar anak-anak kembali melakukan sekolah tatap muka.
“Keluhan warga anak-anak mereka sekarang banyak habiskan waktu di warnet, sampai tengah malam tidak pulang. Orang tua sudah kewalahan mengurus anaknya, kita takut anak yang dibiarkan begitu saja bisa terpengaruh kejahatan seperti narkoba,
“Kami meminta pak Bupati agar supaya membuat ketentuan agar sekolah tatap muka bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya.
Sementara, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution mengucapkan terima kasih atas saran dan masukan yang disampaikan para tokoh agama, adat budaya, dan tokoh masyarakat.
“Saya merasa senang para orang tua kita, ulama kita, dan pemuka adat budaya kita masih peduli atas situasi yang ada di tengah-tengah masyarakat kita saat ini,
“Kita sudah merumuskan polanya termasuk membuat Perbup (Peraturan Bupati) agar sekolah tatap muka ini segera bisa kita laksanakan, dalam waktu dekat akan dilakukan. Tentu saja kita harus kaji semua situasi yang ada termasuk soal protokol kesehatan di sekolah harus disiapkan. Kita menyadari bahwa selama ada virus Corona dan sekolah tatap muka ditiadakan, situasi ini menyebabkan anak-anak kita kurang terurus pendidikan dan pergaulannya. Kita merasa senang ternyata para orang tua dan ulama kita masih peduli dengan kondisi ini,” kata Bupati Dahlan Hasan.
Bupati menyebut pemerintah dengan ulama harus seiring dalam menjalankan fungsi pembangunan daerah. Sehingga ada kekuatan penyeimbang bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan dan pembangunan.
“Ulama dan Umara tidak bisa dipisahkan, Umara menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemerintah dan Ulama berperan memberikan semangat dan memberikan masukan maupun teguran apabila ada kekeliruan,” tandas Bupati. (MN-02)






