MohgaNewsIMadina – pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Madina di Kelurahan Dalan Lidang Panyabungan mengeluh. Karena sudah lebih seminggu air mengalami kemacetan, akibatnya mereka kesulitan mendapat air bersih.
“Untuk mandi dan MCK saja harus beli air minum isi ulang. Kami rugi besar kalau begini, sudah 10 hari air macet, lama kelamaan kami tambah rugi,” kata Anhar (32) salah seorang pelanggan PDAM Tirta Madina kepada MohgaNews, Rabu (19/8/2020)
Anhar mengaku tidak tahu apa masalah sehingga air bersih untuk mereka dan warga sekitarnya belum mengalir juga. Ia mengaku sejak pandemi Covid-19 mereka tidak lagi dibebankan bayaran bulanan. Tapi sebelumnya mereka harus membayar iuran sebesar Rp 20 ribu hingga 30 ribu perbulan.
“Selama virus corona pengutip iuran tidak pernah datang menagih, biasanya kami harus bayar Rp 20-30 ribu perbulan. Kami tidak menyoalkan soal tagihan tetapi kalau sudah 10 hari tak ada air, hidup kami makin susah,” keluhnya lagi sembari berharap agar PDAM segera menyelesaikan masalah yang dialami pelanggan terkhusus di kelurahan Dalan Lidang
Sementara Direktur PDAM Tirta Madina H Nasrin lubis melalui kasubbag jaringan dan pemasaran, Rasyid menjelaskan persoalan kemacetan air di daerah tersebut.
Rasyid menyebut saat ini pihaknya mengalami kendala pompa air di danau Siombun sumber air PDAM mengalami kerusakan.
“Pompa terbakar dan teknisi tidak ada disini. Memperbaikinya harus di Medan. Tapi sudah kita kirim dan perbaiki,
“Pompa kita tinggal satu lagi, semula ada dua pompa untuk pengisapan air, karena itu jelas berkurang. kami mengalihkan pemasokan air dari sungai aek mata, karena lokasi di ujung air tidak sampai ke daerah itu, sejak itulah penghisapan air tidak stabil,” jelasnya
“Tetapi hari Minggu kemarin pompa kita sudah masuk dari Medan tapi masih ada juga kendala yaitu lahar dari pompa rusak dan hari ini sudah kita perbaiki, mudah-mudahan hari jum’at akan bisa kembali normal seperti biasanya,” terangnya. (MN-08)






