Karyawan Tambang Emas Simpang Tolang Kotanopan Tewas, Nama Bos Caniago Mencuat

Madina208 Dilihat

MADINA – Seorang pekerja tambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Simpang Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilaporkan tewas usai camp tempatnya menginap tertimpa pohon aren yang tumbang akibat hujan deras, Senin (19/10/2026) malam.

Korban diketahui bernama Anwar (43), pria berdarah Sunda yang berdomisili di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat. Sementara itu, pemilik lubang tambang tersebut diduga kuat berinisial SC alias Chaniago, warga Desa Pidoli Lombang, Panyabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi saat wilayah Kotanopan diguyur hujan deras. Pohon aren yang berada di sekitar lokasi tambang mendadak tumbang dan langsung menimpa bangunan camp.

Jenazah korban baru berhasil dievakuasi dari area tambang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari oleh sesama pekerja tambang milik SC dan karyawan lubang lainnya.

“Korban meninggal dunia tertimpa pohon aren. Kebetulan di lokasi diguyur hujan deras sehingga pohon tumbang menimpa camp,” ujar salah seorang sumber lokal yang enggan disebutkan namanya.

Sumber tersebut juga membeberkan bahwa SC merupakan salah satu pengusaha atau bos tambang emas ilegal di kawasan Simpang Tolang yang mengoperasikan lebih dari satu lubang tambang.

Kepala Desa Sirambas, Ilham Suhdi Nasution, membenarkan bahwa warganya tewas di lokasi penambangan emas Simpang Tolang dan telah dipulangkan ke rumah duka.

“Saat ini jenazah korban sudah berada di rumah duka, dibawa oleh rekan kerjanya menggunakan mobil. Korban bekerja sebagai penambang di Simpang Tolang dengan Caniago (SC), warga Pidoli Lombang,” jelas Kades saat dikonfirmasi wartawan.

Terpisah, Kapolres Madina, AKBP Bagus Priyandi, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerjunkan personel untuk mengusut insiden tersebut.

“Peristiwa tersebut sudah dalam penanganan Polsek Kotanopan dan Polres Madina. Pemeriksaan serta pengumpulan bahan keterangan di lapangan dilaksanakan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kapolres.

Hingga berita ini dimuat, SC atau Caniago belum berhasil dihubungi melalui nomor telepon 0823-6284-XXXX. (FAN)