SIDIMPUAN – Nama Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik bukan sosok asing bagi masyarakat Kota Padangsidimpuan. Perwira tinggi Polri tersebut pernah menjabat sebagai Kapolres Padangsidimpuan periode 2012–2013 dan meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat maupun kalangan jurnalis.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel (Tapsel-Padangsidimpuan), Kodir Pohan, menilai Andi Syahriful Taufik sebagai sosok pemimpin yang tegas, religius, familiar, dan rendah hati atau low profile. Karakter tersebut tercermin selama ia memimpin Polres Padangsidimpuan.
“Beliau dikenal tegas dalam memimpin dan responsif terhadap persoalan masyarakat. Namun, ketegasan itu tetap diimbangi dengan sikap humanis, religius, sederhana, serta kedekatan dengan masyarakat dan rekan-rekan jurnalis,” ujar Kodir.
Menurut Kodir, selama bertugas di Padangsidimpuan, Andi Syahriful juga menunjukkan keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Hubungan yang terjalin baik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya terkait persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menambahkan, kedekatan dengan wartawan bukan sekadar persoalan hubungan personal, melainkan juga mencerminkan pentingnya komunikasi yang sehat antara kepolisian dan media dalam menjalankan fungsi masing-masing secara profesional.
Kodir berharap, pengalaman Andi Syahriful selama bertugas di Padangsidimpuan menjadi bekal dalam mengemban amanah kepemimpinan di tingkat yang lebih tinggi. Ia juga berharap karakter tegas, religius, dan terbuka terhadap berbagai elemen masyarakat tetap dipertahankan dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian daerah.
“Bagi kami, beliau memiliki kesan tersendiri karena pernah bertugas di Padangsidimpuan dan menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan wartawan. Kami mengucapkan selamat atas amanah baru yang diberikan. Semoga sukses menjalankan tugas dan terus menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat serta terbuka terhadap insan pers,” kata Kodir.
Andi Syahriful Taufik merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri, termasuk di bidang sumber daya manusia dan pengawasan internal, sebelum dipercaya memimpin Polda Kalimantan Utara berdasarkan mutasi Oktober 2026. (EEL)








