MADINA – Layanan kelistrikan di wilayah Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan tajam publik. Sejak awal tahun 2026, intensitas pemadaman listrik yang tinggi memicu gelombang kritik dari pelanggan yang merasa dirugikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemadaman listrik di Panyabungan dilaporkan terjadi hingga 8 kali dalam sehari. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan kerusakan perangkat elektronik rumah tangga.
Kritik pedas pun dialamatkan kepada manajemen PLN ULP Panyabungan yang dinilai tidak profesional. Warga mengeluhkan waktu pemadaman yang sering terjadi pada jam-jam krusial, termasuk saat waktu ibadah salat.
“Evaluasi besar-besaran harus dilakukan. Kami rutin membayar tagihan dan membeli token, namun pelayanan yang kami terima jauh dari kata maksimal. Jangan sampai pelanggan kecewa berat karena kejadian ini terus berulang,” kata salah satu warga Panyabungan yang enggan disebutkan namanya, Senin (4/5/2026).
Merespons keluhan tersebut, Manager PLN ULP Panyabungan, Muhammad Iqbal Rangkuti, angkat bicara. Ia membenarkan adanya gangguan distribusi listrik di wilayah kerjanya dan menjelaskan bahwa ada dua faktor utama penyebab pemadaman.
Penyebab pertama adalah faktor eksternal atau lingkungan dan alam. Dahan pohon, bambu tumbang, serta pohon karet atau sawit yang menyentuh Jaringan Tegangan Menengah (JTM).
Selanjutnya, kata dia, gangguan serangan hewan jenis tupai, burung, ular, hingga kelelawar pada transformator (travo) atau kabel jaringan.
Semetara faktor gangguan pihak ketiga itu mulai dari akibat benang atau kerangka layang-layang, aktivitas proyek pembangunan di sekitar jaringan, hingga insiden kendaraan yang menabrak tiang listrik.
Guna meminimalisir pemadaman di masa mendatang, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa pihak PLN tengah menyusun dan melakukan langkah-langkah strategis.
Langkah penanganan dan mitigasi tersebut, seperti pemetaan titik rawan. Pihak PLN kini menyusun peta area rawan pohon tumbang berdasarkan jalur penyulang.
Seterusnya, inspeksi berkala. Petugas PLN terus melakukan pengawasan Right of Way (ROW) secara rutin di sepanjang jalur kabel, dan pembersihan jaringan dengan cara memangkas pohon-pohon yang mendekati konduktor JTM, khususnya di daerah prioritas rawan gangguan.
Dalam mengatasi ini, jelas Iqbal, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pemilik lahan, kepala desa, pihak kecamatan, serta instansi terkait untuk izin pembersihan lahan.
“PLN ULP Panyabungan berkomitmen untuk terus berupaya maksimal. Kami memprioritaskan pembersihan dan pemangkasan dahan di daerah-daerah yang tercatat paling sering mengalami gangguan,” pungkas Iqbal. (FAN)






