MohgaNews|Madina – peresmian majelis taklim Baitul Bukhari di Kelurahan Longat Kecamatan Panyabungan Barat Mandailing Natal (Madina) mengikuti protokol kesehatan.
Ribuan jamaah hadir pada peresmian yang berlangsung hari Minggu (21/6/2020) itu.
Pemerintah Kabupaten Madina memanfaatkan moment tersebut untuk membagikan masker kepada para jamaah dan mengimbau agar mematuhi protokol kesehatan.
Kepala bidang informasi Dinas Komunikasi dan informatika Kabupaten Madina, Sobar Nasution mengatakan, personel dari Pemkab Madina membagikan masker kepada jamaah yang hadir di peresmian majelis taklim binaan Syekh Yusuf atau Tuan Nalomok itu.
“Tadi tim kita memanfaatkan moment peresmian majelis taklim tersebut untuk mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan membagikan masker kepada jamaah,” kata Sobar kepada wartawan
Ia menyebut Pemkab Madina akan terus melakukan sosialisasi New Normal atau tatanan baru kepada masyarakat, dengan imbauan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Corona virus disease (Covid-19) atau virus corona.
“Pak Bupati telah menekankan kepada kita semua agar pro aktif melakukan sosialisasi New Normal. New Normal ini mengizinkan semua masyarakat untuk melakukan kegiatan dan berusaha di tengah pandemi Covid-19, tetapi harus mematuhi protokol kesehatan,
“Keluar rumah memakai masker, sering mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan bila tak penting, menjaga jarak sosial, menjaga etika batuk dan bersin, meningkatkan imunitas tubuh, dan sebagainya. Ini tujuannya untuk menghindari penyebaran virus Corona, mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan untuk keselamatan kita semua,” pesan Sobar.
Peresmian majelis taklim Baitul Bukhari dihadiri Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution dan jajaran pejabat di Pemkab Madina. Kemudian Wakil Ketua DPRD Erwin Efendi Nasution, Ketua DPD Partai Golkar Madina H. Aswin Parinduri.
Disitu juga terlihat hadir beberapa Ulama besar Mandailing Natal, kemudian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina H. Mahmudin Pasaribu serta pimpinan pondok pesantren. (MN-01)






