MohgaNews|Madina – bakal calon Wakil Bupati di Pilkada Mandailing Natal (Madina) tahun 2020, Atika Azmi Utammi Nasution bersama tim melakukan kunjungan ke sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada kawasan Panyabungan, Madina, Senin (22/6).

Atika Azmi yang berpasangan dengan HM Ja’far Sukhairi Nasution sebagai bakal calon Bupati dengan jargon ‘SUKA’ itu berbaur dengan pelaku UMKM. di Kelurahan Panyabungan II, Atika Azmi mengunjungi produsen kerupuk ubi di Banjar Kobun, kemudian produsen kipang di Banjar Istiqomah, dan pembuatan minuman Bandrek Ucok Nasution yang berada di Kelurahan Kotasiantar.
Di sela kunjungannya, Atika Nasution mengatakan kunjungan langsung pelaku UMKM merupakan hal penting dalam memahami seluk beluk dalam perkembangan UMKM.
“Meskipun banyak repeferensi tentang UMKM ini baik dari buku maupun media pembelajaran lainnnya, berbaur langsung bersama mereka menjadi sesuatu hal yang berbeda karena biasanya faktor psikologis menjadi daya tarik baik itu ungkapan ataupun mimik wajah senang, gembira, dongkol, ataupun harapan yang muncul akan terlihat alami,” sebut Atika.
Dalam situasi ini, kata Atika, tentunya banyak sekali informasi dan aspirasi mengenai kenyataan yang dialami pelaku UMKM dan ekspektasi untuk mambantu mencari jalan keluar dari permasalahan utama yang di hadapi oleh UMKM.
“Kita berinteraksi langsung dengan mereka, keluhan mereka modal adalah permasalahan utama, di samping pola pemasaran yang sering diabaikan oleh pemerintah, karena semestinya ada daya dorong ataupun kebijakan dari pemerintah di daerah sehingga produk-produk UMKM ini diutamakan serta tidak kalah saing dengan produk dari luar daerah,” terangnya.
Masalah kedua tentang prodak UMKM kata Atika adalah packaging. Dengan re-packaging untuk menambah nilai jual.
“Saya dan tim datang dengan sampel, dan Alhamdulillah diterima dengan baik. Sedikit tapi menambah nilai. Masalah ketiga adalah fasilitas. Perlu penggunaan tekhnologi di UKM yang saya datangi. Misalnya untuk bandrek, perlu mesin penggiling jahe dan pengiris gula aren. Untuk keripik ubi, perlu pemotong dan peniris minyak sehingga keripik terlihat lebih kering.Cukup simpel solusinya, anggaran kita juga cukup. Saya ingin ada perbaikan, mari bekerja bersama untuk memajukan UKM dan ekonomi demi terwujudnya ekonomi masyarakat Madina yang sejahtera,” ucap Atika Nasution.
Untuk itu Atika Nasution berpendapat Pemerintah yang ingin menghidupkan kembali motor perekonomian harus memutar pena menggambar skema permodalan dengan menggandeng bank BUMD maupun bank BUMN. Solusi menjawab keterbatasan modal di atas adalah pemerintah perlu menyediakan akses permodalan. (MN-01/rel)






