MEDAN – Muhammad Rangga Nito, pemuda berbakat asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Pemilihan Putra Putri Sumatera Utara 2025 yang digelar di Kota Medan sejak 12 hingga 25 Juli 2025 kemarin. Rangga berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni sebagai Putra Sumut Runner-Up 2 (RU2) 2025 dan Duta Kopi Sumut Putra 2025.
Tak hanya Rangga, rekannya sesama duta dari Kabupaten Madina, Dea Tika Awanda, juga sukses menyabet gelar sebagai Duta Kopi Sumut Putri 2025. Prestasi keduanya menjadi bukti komitmen dan kerja keras generasi muda Mandailing dalam mengangkat potensi daerah, khususnya dalam sektor perkopian.
Capaian ini tidak diperoleh secara kebetulan. Keduanya telah mempersiapkan diri secara matang bersama Yayasan Putra Putri Madina, dengan salah satu strategi utama mereka adalah mendalami literatur penting tentang kopi Mandailing, yakni melalui buku “The Best Coffee of the World” karya William H. Ukers.
Melalui pemahaman yang mendalam akan sejarah, keunikan, dan kualitas kopi Mandailing — yang telah diakui dunia — mereka tampil percaya diri dalam mempresentasikan potensi kopi Mandailing di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh Sumatera Utara.
“Kami ingin membuktikan bahwa kopi Mandailing bukan hanya warisan, tapi juga masa depan. Keemasan kopi Mandailing harus kita bangkitkan kembali,” ujar Rangga usai penobatan.
Sementara itu, Dea menyampaikan rasa bangganya karena bisa membawa nama Madina dan kopi Mandailing ke panggung provinsi. “Gelar ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan memperkenalkan kopi terbaik dunia ke mata dunia,” ucapnya.
Yayasan Putra Putri Madina menyambut prestasi ini dengan rasa syukur dan bangga. Mereka menyatakan bahwa Dea dan Rangga adalah representasi nyata dari semangat muda yang siap memajukan daerahnya melalui jalur kebudayaan, literasi, dan promosi potensi lokal.
Kemenangan keduanya diharapkan menjadi momentum baru untuk mengangkat kembali kejayaan Kopi Mandailing sebagai salah satu kekayaan Sumatera Utara yang mendunia. (MRL/Rel)






