MADINA – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini dihantui dengan tindakan hacker nomor telepon pejabat dengan modus pinjaman uang dan pengiriman file Android Paskage Kit (APK) undangan pernikahan.
Penipuan tersebut sudah menimbulkan korban menelan saldo rekening puluhan juta rupiah. Baru-baru ini, nomor WhatsApp Kepala BPBD Madina Muksin Nasution, salah satunya jadi korban hacker.
Nomor telepon WhatsApp Muksin Nasution yang terkonfirmasi aktif saat itu dikendalikan oleh orang yang tidak dikenal. Pengendali itu meminta pinjaman uang kepada nomor yang dihubungi dengan dalih sore harinya diganti. Jika tidak direspon, maka trik penipuan kedua pengiriman file APK undangan pernikahan.
“Ada saldo rekening, mohon dibantu, sore diganti. Tolong dihadiri (Nama file APK undangan pernikahan),” demikian narasi pesan yang diterima beberapa pihak dari nomor Kepala BPBD Madina.
Kepala BPBD Madina saat dihubungi mengaku nomor yang terkena hacker tersebut sudah kembali diperbaiki. Namun, ia menyebut, sejumlah korban sudah rugi puluhan juta rupiah.
“Nomor saya ini sudah dipulihkan. Sempat kena hacker beberapa hari yang lalu. Sesuai konfirmasi dari para korban, kawan dekat saya, ada yang mentransfer Rp20 juta, Rp3 juta, dan Rp500 ribu. Total kerugian mencapai Rp30 juta,” kata Mukhsin, Selasa (17/6/2025).
Pantauan Mohganews, hari ini, Selasa (17/6/2025), hacker nomor telepon pejabat di Pemkab Madina kembali bergulir. Wartawan Media ini juga telah menerima pesan WhatsApp dari pejabat Inspektorat bernama Ongku. Isi chat masuk itu sama dengan saat modus mengatasnamakan Kepala BPBD.
Menanggapi isu hacker nomor telepon di Kabupaten Madina, Plh Kasi Humas Polres Madina Iptu Bagus Seto menyebut pihaknya telah mengetahui hal itu. Bahkan, kata dia, laporan masuk ke Polres Madina sudah ada terkait penipuan pembelian mobil dari media sosial.
“Benar, banyak korban atas tindakan para hacker ini. Polres Madina siap menerima laporan. Nanti dalam penanganan ini kita bekerja sama dengan Direktorat Siber Polda Sumut,” jelasnya.
Bagus juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan terlalu percaya atas tindakan para hacker itu. Ia meminta masyarakat jangan mudah percaya apabila ada orang dekat yang meminta uang lewat pesan WhatsApp atau media sosial.
“Harusnya di cek dulu, pastikan dulu ke orang yang minta tolong. Jangan langsung percaya, karena dengan cara ini sudah banyak korban,” tegasnya.
Bagus Seto juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan jual beli barang di media sosial. Ia meminta masyarakat jangan pernah mencoba transaksi tanpa bertemu dengan orang yang bersangkutan.
“Harusnya jika kita mau beli barang di media sosial, harus pastikan dulu siapa orang yang berhubungan dengan kita. Jumpai dia, jangan mau diimingi harga murah tapi keamanan tidak terjamin,” tutup Bagus Seto. (FAN)






