MohgaNews|Madina – Iskandar Hasibuan, orang yang pertama mengambil pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di tim penjaringan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Iskandar Hasibuan bukan orang asing di Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, karena ia sebelumnya adalah Ketua PDIP Kabupaten Madina, dan pernah duduk menjadi anggota DPRD Madina periode 2009-2014.
Ketua tim penjaringan Syarifuddin Lintang membenarkan Iskandar Hasibuan telah mengambil formulir pendaftaran.
“Iya benar, Pak Iskandar Hasibuan yang pertama ambil. Kita tunggu saja kapan formulir tersebut dikembalikan, tentunya sebelum habis masa pendaftaran berkas formulirnya harus terisi dan dikembalikan kepada panitia. Sampai sekarang baru Iskandar (yang mendaftar),” katanya.
Terpisah, Iskandar Hasibuan kepada MohgaNews menyampaikan tekadnya untuk maju di Pilkada Madina tahun 2020. Dan, salah satu partai politik yang diinginkannya adalah PDIP selaku partai yang pernah dipimpinnya dan pernah mengantarkannya menjadi anggota DPRD Madina periode 2009-2014 yang lalu.
Iskandar menyebut, motivasinya maju di Pilkada Madina adalah untuk melakukan perubahan menuju Madina yang lebih baik. Karena, menurut pria yang lama berkiprah di dunia jurnalistik itu, pembangunan di Kabupaten Madina saat ini sangat jauh dari yang diharapkan masyarakat.
“Kita ingin melakukan perubahan, percepatan pembangunan seperti insfratruktur jalan yang merata, perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan. Karena, yang kita lihat saat ini sangat jauh dari yang diharapkan,” sebutnya.
Ia juga optimis, PDIP akan merestui dirinya maju di Pilkada Madina ini.
“Pasti optimislah, saya kan kader PDIP. Dan saya yakin pimpinan partai di provinsi maupun pusat pasti mengutamakan kadernya untuk diusung,” ujarnya.
Iskandar juga menegaskan ia siap maju di Pilkada Madina, baik sebagai bakal calon Bupati maupun sebagai bakal calon Wakil Bupati.
“Dimana nanti posisinya (Bupati atau Wakil) saya serahkan ke partai. Karena PDIP kan pasti punya hitung-hitungan, apalagi jumlah kursi yang ada saat ini hanya satu kursi di DPRD Madina. Wajib koalisi dengan partai lain sehingga terpenuhi 8 kursi. Soal dana, itu relativ. Saya hanya ingin mengabdikan diri untuk daerah ini,” pungkasnya. (MN-01)






